Skip to main content

Manaqib Al-Marhum Guru Anan Sang Perintis Sistem Pengajian Tradisional Lendang Nangka


Sumber : Fhoto Dokumentasi Majelis  2015

1. RIWAYAT DAN SILSILAH KELUARGA USTADZ ABDUL HANNAN (GURU ANAN) 
         Tokoh sederhana yang tidak mau disebut sebagai Tokoh seperti ungkapan tawadlu’ beliau sering mengungkapkan : “ Tiyang mniki  Goro bukan Guru yang Istimewa  (( Dalam Bahasa Sasak :  tiyang niki goro nententen guru atau kiyai sak berilmu )) “ sehingga sebagian masyarakat Lendang Nangka yang memberi sebutan “ Guru Tawadlu' nan Bagus (Guru Annan Bagus)”
         Ustadz Abdul Hannan/ Guru Abdul Mannan (Guru Anan) , Lahir dan berasal dari Kampung Are manis (Kekadusan Dalem Lauq yaitu salah satu Kampung  di Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, NTB., pada tanggal 04 Juni 1955.
         Ustadz Abdul Hannan (Guru Anan)  adalah Seorang Da’i Bilhal ( Uswah)  dan Billisan yang sederhana Tawadlu’ nan   Tawakkal  kepada Allah, asal Kampung Dalem Lauq, Desa Lendang Nangka,  sebuah Desa di Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.  Ustadz Abdul Hannan (Guru Abdul Mannan atau Guru Anan)  merupakan keturunan Kiyai (Guru)  dari Guru Anan Lingsir ( Guru Jumadienul Islam) dan Ibundanya bernama Shoimah (Inaq Anan) yang  Lahir pada Tahun 1941 Masehi, Memiliki Putra dan Putri dari 4 bersaudara yaitu : Sakmah ( Cemok), Saknah ( Inaq Hil) dan Mahdan (Amaq Abdul Aziz Ramdhani).  Beliau Guru Abdul Manan/ Ustadz Abdul Hannan adalah putra tertua (anak pertama).

2. KARAKTER, KEPRIBADIAN DAN KESEHARIAN, USTADZ ABDUL HANNAN GURU MANNAN (GURU ANAN) BIN GURU JUMADDINUL ISLAM
        Ustadz Abdul Hannan (Guru Anan) adalah seorang tokoh sederhana  yang memiliki karakter sebagai berikut :
  • Keseharian sebagai bertani diawal bersama sang ayah, juga beliau berikhtiar dalam kehidupan pencarian rizki sebagai pertukangan kayu kreatif.
  • Dalam pada itu, beliau Guru anan memiliki karakter senang hadir di Majelis Ilmu baik sebagai Mustami’an (Pendengar) dan   atau mengamalkan ilmu sebagai    Penda'wah Islamiyyah atas Ilmu pengetahuan Agama  telah beliau dapatkan dari para guru-guru / Masyaikh-Maayaikhnya selaku  Pembina Majelis Maulana Syaikh Awwal yang di Kenal dengan AlnMagfurullahu Maulana Syaikh TGKH.Muhammad Zaenudfin Abdul Majid Alumni Madrasah Aasaulatiyyah  Makkatul Mukarromah, Pendiri NWDI, NBDI dan Nahdlatul Wathan.
  • Dengan berjalan kaki dari Lendang Nangka ke pancor beliau beristiqomah mengikuti pengajian Umum  tokoh-tokoh Ulama  terkemuka Lombok seperti : Al Magfurullahu TGKH. Muhammad Zaenuddin Abdul Majid Al-ampenany sejak Tahun 1970-an sampai dengan setelah Al Magfurullah Maulana Syaikh Wafat pada tahun 1997.
  • Setelah Al Magfurullahu Maulana Syaikh Wafat beliau melanjutkan M\mengaji Ke Majelis Ta'lim yang Masyhur dengan Majelis Hamzanwadi di Ponpes Syaikh Zaenuddin NW Anjani  yang diisi oleh Para Masyaikhul Ma'had Daarul Qur'an wal Hadist Al- Majidiyah As-Syafi'iyah NW Anjani diantara  selaku penta'mir antara lain : 
  • Tgh. Ibrahim, Tgh. Muhammad Ruslan Zain An-Nahdhi,Tgh.Mahmud Yasin,QH, Tgh. Lalu Annas Haayri, Tgh. Muhammad Hilmi Najamuddin dan yang lainnya dihadiri oleh Al Mujahidah Annasikah Al Barrah TgHj.Siti Raehanun Muhammad Zaenuddin Abdul Majid (PBNW), pada setiap hari Jum’at pagi sejak tahun 1997 sampai beliau meninggal Dunia pada Bulan 16 Rajab Tahun 1436 Hijrah/ Tahun 2015 M.
  • Dalam kenangan, cerita persaksian hampir seluruh masyarakat Desa Lendang Nangka, beliau Guru Anan memiliki karakter Mahmudah (terpuji) yakni dikenal dengan Guru yang murah datang shilaturrahmi ke para sahabat-sahabat teman seperjuangannya di Ponpes Halimatussa'diyyah Nahdlatul Wathan Lendang Nangka, diantaranya Pendiri ponpes Ust. Tuan Ramadhan, QH., bershilaturrahmi ke para Masyaikh seperti TGH.Mahmud Yasin, QH, Tgh.Muhammad Hilmi Najamuddin, Para Sayyid atau Habaib keturunan Nabi Muhammad Saw, seperti H. Sayyid H.Qosim Jamalullail, H. Sayyid Abu Bakar Jamalullail, Sayyid Agil,
  • Dalam pada itu juga selaku Pengajar di Madrasah Diniyyah Ponpes. Halimatyssa'diyyah NW Lendang Nangka, beliau mempererat hubungan perjuangan dan ber-Shilaturrahmi ke Tokoh-tokoh agama di Lendang Nangka seperti Penghulu Haji Sirojuddin, Tokoh Pendiri Ponpes. Halimatussa'diyah NW Lendang Nangka, H.Lalu Burhan dan setelahnya ke Ustadz Drs. H.Lalu Burhanuddin selaku Ketua Yayasan Ponpes dan Sayyid H.Qoaim Jamalullail awlaku Sekretaris Ponpes pada Awal mula berdirinya Halimatussa'diyah NW Lendang Nangka pada tahun 1986 M, dan beliau juga bershilaturrahmi ke para guru-guru perintis yang dekat dengan Maulana Syaikh TGKH.Muhammad Zaenuddin Abdul Majid diantaranya Ustadz H.Mohammad Toha, S.Pd. Dalam kontekstual Al-Washathiyyah (Pemersatu Ummat) beliau juga bershilaturrahim baik dengan Tgh.Ismail Thohir bin Yasin (Muqtasim) Pendiri Ponpes. Thohir Yasin Desa Lendang Nangka, dan bershilaturrahim dengan keluarga, ke semua golongan tua, muda tanpa melihat starata sosial.
  • Karakter menarik sikap dari kesederhanaan beliau menjaga perasaan orang, yakni , " membesarkan hati lain semua orang dengan tidak menolak segala bentuk pemberian, hatta (sehingga) hadiah yang di kasih adalah barang yang sangat buruk, sehingga beliau di kenal dengan sebutan “ Guru Bagus “
  • Berbahagia dengan berjuang dijalan Allah melaui Da'wah. dengan Prinsip :

                    بلغ عني ولو اية       

Adapun  tempat beliau berguru  pada Tuan Guru lainnya yaitu :
  • TGH Mohammad Thohir  Lendang Nangka
  • TGH. Zaeni Pedemere,
  • TGH. Mahsun (Danger), bersama rekan seperjuangannya di Pondok Pesantren Halimatussa'diyah  NW Lendang Nangka Ustadz Ramadhan, QH [1]
  • TGH. Muhammad Amin Sekomak Desa Paokmotong [2] 
  • TGH. Asmuni (Masbagik) dan lain-lain yang belum sempat terekam, pada tahun-tahun sebelumnya. [3]
         Beliau meninggal pada Tahun 2015 Masehi tepatnya tanggal 16 Rajab 1436 H, dan di Makamkan Pada Hari Rabu 17 Rajab Tahun 1439 H di Pemakaman Umum Timur Desa, Dusun Lendang Belo, Desa Lendang Nangka Kec. Masbagik Kabupaten Lombok Timur, NTB.

3. PERJUANGAN  SANG MOTIVATOR REFLEX LOW PROFIL DALAM BERDAKWAH 
   Ustadz Abdul Hannan Atau Guru Mannan (Guru Anan) dianggap sebagai salah satu tokoh  Agama yang mengisi Kajian  Agama Islam di Desa Lendang Nangka dan sekitarnya dan merupakan Guru Sepuh di antara Guru ngaji  lainnya yang sezaman, seperti : Ustadz Ramadhan, QH., Ustadz H. Akmal Said , Guru Jumrah lebih Tua dll.
  Perjuangan Dakwah Ustadz Abdul Hannan atau Guru Abdul Manan (Guru Anan) diawali dengan Wafatnya Tokoh Agama pensyiar Islam yakni, Datok TGH. Moh. Tahir Bin Yasin Desa Lendang Nangka yang secara Historis pada waktu dalam beberapa tahun kemudian oleh Masyarakat memunculkan TGH. Ismail Thohir Muda, dan berfastabiqul lhairat dengan Ustadz Ramadhan, QH, Ustadz H.Akmal Sa'id.
    Dalam pada itu, di kalangan Masyarakat sekitar,  ia dikenal sebagai orang yang jujur dan berkepribadian luhur, ramah terhadap sesama dan tidak membedakan antar strata Sosial, kedudukan tua, muda, anak-anak, miskin, kaya apalagi golongan bangsawan, atau sayyid beliau sangat santun.
Beliau dalam Dinamika Adat dan Budaya secara lansung maupun tidak lansung beradaptasi terhadap budaya dan adat istiadat yang ada, selama  adat tersebut tidak bertentangan dengan agama Islam. Tetapi Guru anan menggunakan pendekatan Uswah kemasyarakatan, menghargai kekeluargaan, seni, Budaya, dengan pendekatan sikap Tawakkal yang tinggi setelah Ikhtiar dan do'a di kalangan Masyarakat untuk mencari titik temu ukhuwah Islamiyahnya (Persatuan Ummat.)
   Dengan  pendekatan sikap karakter yang demikian, ia mendapat simpati dari masyarakat, sehingga satu demi satu penduduk setempat, tanpa paksaan menempatkan beliau sebagai Motivator reflex yang Low Profil sebagai  penyemangat pendidikan di kampung Dalem lauq Khususnya dan Desa Lendang Nangka pada umumnya. ini terbukti pada masa beliau masih hayat, sebagian masyarakat mengungkapkan dalam kata-kata Inspirasi bahasa sasak :
Guru anan bae mampune sekolahang anakne sampai kuliyah sampai selesai, apalagi ite sak ujan angin bengawean, berikhtiyar mete kepeng, masakte ndek mampu sekolahang kanak anakt“.
Terjemahan dalam Bahasa Indonesia : 
"Guru anan saja mampu mendidik anaknya sampai perguruan Tinggi, apalagi kita yang masih sehat bekerja dan berusaha dan berikhtiyar."
Sehingga Masyarakat Are Manis Dalem Lauq Desa Kendang Nangka, dengan barokah tawakkal beliau menjadi Motivasi untuk mendidik anak ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi.
       Dalam perjalanan dari waktu ke waktu, wilayah tempat mengaji beliau semakin bertambah banyak. Kemudian ia melakukan beberapa inisiatif dakwah yaitu dengan meneruskan Majelis Ta’lim System Halaqoh ngamarin ke pelosok desa di kampung kampung  dalam hal ini beliau sebagai perintis Awwal sistem Da'wah dari Pelosok Rumah atau Musholla di kampung-kampungbdalam dan lur Desa Kendang Nangka. Setelah berjalan dalam beberapa tahun merintis dakwah tersebut, baru kemudian berusaha apa adanya mengembangkan ke Kajian Umum yang di rintisnya di Kampung Aremanis, Kekadusan Dalem Lauq, Desa Lendang Nangka, yaitu 5 kilometer ke arah utara Kota Kecil Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur NTB. 
       Dakwah beliau selama kurang lebih 42 tahun, pada tahun 1436 H berakhir, tepatnya pada hari Selasa, 16 Rajab 1439 H (Tahun 2015 Masehi), Guru Anan atau Guru Abdul Mannan, Ustadz Abdul Hannan bin Guru Anan Jumadienul Islam Wafat.

 

Jenazah beliau dimakamkan di Pemakaman Umum Timuk Desa Lendang Nangka Kec. Masbagik Lombok Timur NTB. (Baca Sejarah berdiri majelis.)

 

     Dengan wafatnya Ustadz Abdul Hannan (Guru Anan) perjuangan dan Dakwah Islamnya kemudian diteruskan Putranya yaitu Ustadz Abdul Rahman, QH., S.Pd.I., M.Pd Alumnus Ma’had Daarul Qur’an Wal Hadist (MDQH) Al-Majidiyah As-Syafi’iyah Nahdlatul Wathan Angkatan ke 39 Tahun 2004 dan  Strata Satu Pendidikan Agama Islam IAIH NW Lombok Timur tahun 2010, Pondok Pesantren Syaikh Zaenuddin NW Anjani Lombok Timur dan Alumni S2 Pendidikan Agama Islam Spesialis Penelitian Motivasi Prestasi Tahfidz Al Qur'an Pascasarjana UIN Mataram NTB selesai tahun 2022 M . 

-----------------------------
  1. Ustadz Ramadhan, QH (Sahabat seperjuangan di Masjid Daarusalam dan Ponpes Halimatussa’diyah NW Lendang Nangka);
  2. Amaq Uni (Sesepuh Masyarakat rekan ngaji TGH.Muhammad Tahir)
  3. Bapak Musti ( Sahabat Seperguaruan di TGH.Muhammad Amin Sekomak dan TGH. Asmuni Masbagik)


Comments

Popular posts from this blog

Refleksi Pemikiran cerdas Prof.Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA untuk NTB

Bismillahirrohmaanirrohiim, Ikhwanufillah…. Intergrasi berzikir, fikir dan ikhtiar dalam bentuk karya merupakan refleksi bangkit dan terlahirnya 61 Provinsi NTB. Hal inilah kanda Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi, MA dalam tulisannya di akun FBnya dengan diksi-diksi yang menarik dengan literasi mendalam beliau menukilkan dalam judul aslinya… BANGGA MENJADI WARGA NTB: “Jika” NTB BERZIKIR, NTB BERPIKIR, NTB MENGUKIR: REFLEKSI 61 TAHUN NTB LAHIR sumber gambar :  https://www.google.com/search?q=Gambar+Peta+NTB&newwindow=1&safe=strict&rlz=1C1CHBF_enID840ID840&sxsrf=ACYBGNRE8lH68GlxSMtTSgjf_ O5JV5jIOA:1576601741530&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=di97UKuqlocxUM%253A%252ChTyXExZWSt5PpM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kQWLMOKYDJ6av-qM1bq77XVSYxo5Q&sa=X&ved=2ahUKEwji-oWWk73mAhVEX30KHRuxDrUQ9QEwCXoECAoQFg#imgrc=di97UKuqlocxUM: dalam tulisannya beliau melanjutkan  ……            ...

NASIHAT SYAIKH AHMAD SYIHABUDDIN BIN SALAMAH ALQALYUBY: LIMA TERSEMBUNYI DALAM LIMA HAL

Ikhwanufillah.... Majelis Alhannan kali ini berbagi tentang Nasehat dan telaah berkitab dari Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi, MA, beliau mengutip dalan tulisannya : إعلم أن الله تعالى أخفى خمسة أشياء فى خمسة أشياء: ١-أخفى رضاه فى طاعة من الطاعات ليجتهد الناس فى جميع الطاعات رجاء ان يصادفوها. ٢-وأخفى سخطه فى معصية من المعاصى ليجتنبها الناس كلما خشية الوقوع فيه ٣-وأخفى ليلة القدر فى رمضان ليجتهد الناس فى إحياء لياليه أن يصادفوها ٤-وأخفى اسمه الاعظم فى جميع اسماءه ليجتهد الناس فى الدعاء بجميعها رجاء ان يصادفوه. ٥-وأخفى أولياءه فى جميع خلقه حتى لا يحتقروا احدا منهم ويطلبون الدعاء منهم رجاء ان يصادفوه بحصول بركته بدعاءه. (نقلت من كتاب النوادر تأليف احمد شهاب الدين بن سلامة القليوبى ص:١١٩) (وأخفى صلاة الوسطى من بين سائر الصلوات، ليجتهد العبد في المحافظة على الصلوات، كما قال سيدنا عمر بن الخطاب رضي الله عنه وأخفي الأجل من بين العمر، ليستعد الناس له) Ketahuilah sesungguhnya Allah merahasiakan lima hal dalam lima hal: Pertama: Allah swt merahasiakan redhaNya dalam berbuat ketaataan de...