Skip to main content

Posts

Showing posts from May 24, 2020

KITA DAN TENGGOROKAN KITA SENDIRI: BATAS NIKMAT DAN BATAS TAUBAT

Ahibba' Rohimakumullah, Renungan diri dari Kanda Prof.Dr. Tgh. Al-Faqier Fahrurrozi Dahlan Asnawi, Q.H., M.A. : " Kenapa ukuran Taubah itu sampai tenggorokan? Lewat tenggorokan,  alias mulut hidung otak.  Taubat tak diterima. إن الله يقبل التوبة مالم يغرغر Allah menerima taubat selama belum sampai ke ghorgoroh. Tenggorokan. Ingat nyawa dicabut mulai dari ujung kaki Hamba-Nya bukan mulai dari kepala,  agar manusia meski dalam keadaan berdosa besar sekalipun masih diberikan kesempatan untuk bertaubat kepada Allah. Subhanallah! Ok kita lanjutkan perenungan kita- Menurut renungan al-Faqier bahwa: UKURAN KENIKMATAN DUNIAWI ITU SEUKURAN MULUT DENGAN TENGGOROKAN.  MAKA PANTASLAH UKURAN BATAS MAKSIMAL DITERIMA TAUBAT ITU SEBATAS GORGOROH (-غرغرة- ما لم يغرغر). Coba Hitung dengan jari Anda seberapa CM jarak Mulut atau pangkal lidah dengan tenggorokan Anda. Tak lebih dari 10 cm. Kenapa Anda atau saya terlalu sibuuk mengejar materi duniawi yang tak kunjung mencuk...

TADARRUS AL-QUR'AN: KETAQWAAN TOTALITAS DALAM ENAM IDENTITAS MUSLIM DAN MUFLIH. Tadarrus Ayat 102-104 Surat Âli -Imrán.

|Prof.Dr.TGH.Fahrurrozi Dahlan.QH., M.A.  بسم الله الرحمن الرحيم ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون    (١٠٢) واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا واذكروا نعمت الله عليكم إذ كنتم أعدآء فألف بين قلوبكم فأصبحتم بنعمته إخوانا وكنتم على شفا حفرة من النار فأنقذكم منها كذلك يبين لكم آياته لعلكم تهتدون (١٠٣) ولتكن منكم أمة يدعون الى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر وأولئك هم المفلحون (١٠٤) Sesungguhnya pada ayat ini menjelaskan kepada kita tentang eksistensi substansial ketaqwaan dan keberuntungan. Pertama: اتقوا الله حق تقاته Ketaqwaan yang haqiqi adalah kehidupan semasa hayat sampai kehidupan menyambut kematian. Ketaqwaan bukan saja sejak akil baligh tapi ketaqwaan yang berkesinambungan,  berkelanjutan,  ketaqwaan yang bukan setengah-tengah. Ketaqwaan bukan yang fluktuatif, turun-naik,  sekarang taqwa besok lusa tidak. Maka itu sebabnya Allah menegaskan dengan kalimat masdar ittaqqullaha haqqo tuqotihi sebagai bukti ba...