Skip to main content

Posts

Showing posts from October 2, 2022

ARGUMENTASI BID'AH HASANAH

BAGAIMANA MEMAHAMI ARGUMEN BID'AH HASANAH DENGAN BAIK ? Saudaraku yang dimuliakan Allah, dimanapun berada. Belakangan kita seringkali mendengar mengenai sekelompok orang yang dangat mudah membid'ah-bid'ahkan kelompok lain. Dengan mengatakan: Segala "amalan" yang dianggap tak pernah dilaksanakan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, dikatagorikan bid'ah. Sumber Gambar : Communitas Alumni MDQH39 2022 Dilansir dalam Pena Azhary Egypt, 08/10/2022 M mengungkapkan bahwa berdzikir menggunakan tasbih, bacaan ushalli, dzikir bersama bakda salat, berjabat tangan bakda salat, acara maulid nabi, shalawatan, yasinan, tahlilan dan lain sebagainya dianggap sebagai bid'ah yang sesat menurut kelompok ini. Dan orang yang tidak sesuai dengan manhaj mereka, mereka akan mengkafir-kafirkan. Persoalan yang kadang masih berupa pandangan berbeda dalam memahami nash, baik Quran atau sunnah, dianggap bid'ah. Akhirnya, cakupan bid'ah sangat luas. Lantas mereka lanjutka...

Kaum Muda Millenial Mesti Jaga dan tidak mengekspose Setelah Hijrah

Generasi Muslim yang sudah hijrah kembali kejalan lurus mesti inget dan memperhalus karakternya dengan menjaga akhlaq dari mengekspose perbuatan maksiat tempo doeloe. Dilansir dalam Pena Azhari [06/10/2022], Tidak boleh kita tanya-tanya ke orang tentang perbuatan maksiat masa lalunya, karena pertama, itu termasuk tajassus yg dilarang, dan yg kedua, itu membuat ia mujaharah (menampakkan) dosa yg telah Allah tutupi, dan itu terlarang. Misalnya:  "Sudah nggak kamu minum khomr?" "Sudah nggak situ mencuri uang ibumu?" "Did you watch blue film?"  "Sudah nggak kamu jajanan sembarangan ?" Alangkah banyaknya pemuda sekarang yg isi tongkrongannya adalah saling tanya aib. Imam Al-Mardawi dalam Mandzhūmah Al-Ādāb As-Syar'iyyah mengatakan,  ويحرُمُ تجسيسٌ على متستِّرٍ # بفسقٍ وماضي الفسقِ إن لم يجددِّ  Imam Safarini yg mensyarah bait tersebut menulis,  ويحرم تجسيس على الفسق الماضي مثل أن يشرب الخمر في الزمن الذي مضى وتَبحث عنه أنتَ بعد مدة لأن ذلك إشاعة ل...

Dzikir yg Berlipat Ganda Fadhilah dan Keutamaannya

 Ahibba' Rohimahullah, Hati yang selalu dalam cahaya Iman dan Kecerdasan hati adalah dengan Dzikrullah. Dalam situasi tertentu kita dihadapkan pada keadaan waktu dengan kegiatan positif yang begitu padat, dalam rangka hal ihwal keadaan tersebut maka dengan membaca Dzikir berikut sebanyak 4 kali setelah sholat Fardhu memiliki fadhilah berlipat.  Bagaimana bacaan Dzikir dan keutamaannya ? yuuk kita baca bareng, tentu berkah jika di amalkan... لَا إلَهَ إِلَّا اللَّهُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللَّهِ.  Faidah: فائدة : يؤتى بهذ الذكر أربع مرات بعد كل صلاة مكتوبة : لا إله إلا الله، محمد رسول الله، في كل لمحة ونفس عدد ما وسعه علم الله. وهو بإثنين وسبعين ألف تهليلة؛ لأن أنفاس إبن آدم كل يوم أربعة وعشرون ألف نفس، ولمحاته ثمانية وأربعون ألف لمحة، فجملته ما ذكر. Faedah : dibaca dzikir ini 4 kali setiap setelah sholat 5 waktu :  لَا إلَهَ إِلَّا اللَّهُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ عَدَدَ...

URGENSI 5 HAL PRINSIP DALAM URUSAN HATI

Ustadz Abdul Rahman, QH., A.Ma., S.Pd.I., M.Pd., Gr.Profe.A.A. [Roisul Majelis Al Hannan Lendang Nangka NTB] Hati adalah bagian terpenting dalam diri manusia. Mengapa disebut yang terpenting?  Sebab hati menjadi penentu baik dan buruknya amalan anggota tubuh yang lain, sekaligus menjadi penentu bernilai atau tidaknya amal pemiliknya. Tak hanya itu, hati juga merupakan bagian yang paling mudah terpengaruh, mudah berubah, dan juga sulit diobati. Tak heran bila para ulama tasawuf memiliki perhatian besar terhadap urusan yang satu ini. Salah satunya ialah Imam al-Ghazali. Menurutnya, siapa pun yang hendak menata laku amalnya, maka mulailah dengan menata hati. Namun, ia tidak akan mampu menata hatinya dengan baik, sebelum mengetahui lima hal prinsip tentangnya. Pertama, Allah maha mengetahui apa pun yang tersimpan, yang terbesit, dan dirahasiakan dalam hati hamba-hamba-Nya. Hal itu berdasarkan firman-Nya sebagai berikut ini. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ Artinya: “Dan Allah menge...

MAKNA FILOSOPIS DIBALIK KATA NIKAH

Ahibba' Rohimakumullah, Nikah (نكاح) terdiri dari empat huruf yakni: 1. Nun (ن) 2. Kaf (ك) 3. Alif (ا) 4. Ha’ (ح) 1. Huruf ن Nun adalah singkatan dari nikmat (نعمة). Pernikahan sesungguhnya adalah sebuah nikmat. Nikmat yang besar. Mulai dari akad nikah, malam pertama hingga keseluruhan masa berkeluarga adalah nikmat. 2. Huruf ك Kaf adalah singkatan dari karamah (كرامة) kemuliaan. Segala sesuatu yang dilakukan ketika dia sudah menikah akan menjadi mulia dengan sendirinya. Misalkan saja dalam masalah sholat: (فيض القدير شرح الجامع الصغير ج ٤ ص ٤٩) 4473 - (ركعتان من المتزوج أفضل من سبعين ركعة من الأعزب) لعل وجهه أن المتزوج مجتمع الحواس والأعزب مشغول بمدافعة الغلمة وقمع الشهوة فلا يتوفر له الخشوع الذي هو روح الصلاة "Dua rakaat dari seorang yang sudah menikah lebih utama dibandingkan dari 70 rakaatnya orang yang bujang. Dimungkinkan sisi keutamaanya adalah seorang yang sudah menikah terkumpul segala indera dan fokusnya, sementara yang masih bujang senantiasa tersibukkan diri dengan...

Bagaimanakah yang Lebih Utama dalam Ilmu Nahwu : " Al-kalam atau Al-Kalimah?

  Majelis Al-Hannan.Blogspot.Com. Dilansir pada 30/09/2022 dalam Pena Azhary kenapa Para pakar Nahwu mengawali "Al-Kalam" Atau "Al-Kalimah" dalam setiap karya Ilmiahnya.Bagaimana telaah pembahasannya? yuuk kita telaah bareng... Sering kita jumpai dalam awal pembahasan Ilmu nahwu, ada ulama yang memulai dengan pembahasan (الكلام), seperti di dalam al-Ajurrumiyah, Alfiyyah ibn Malik, Alfiyyah ibnu Mu'ti, Ibnu Hisyam dalam Audhahul Masalik  (قيل لأنه شارح لألفية ابن مالك).  Akan tetapi ada juga yang memulai dengan (الكلمة), seperti Ibnu Hisyam dalam Qathrun Nada dan Syudzuru Dzahb, demikian Ibnu al-Hajib dalam Kafiyah, & Sibawaih dalam al-Kitab. Namun sebenarnya mereka tidak berbeda pendapat dalam hal tersebut, yang menjadi letak perbedan di antara mereka adalah mana yang lebih baik didahulukan dalam pembahasan ilmu nahwu  الكلام atau الكلمة ? Mereka yang mendahulukan الكلمة terhadap الكلام berpendapat bahwasannya: الكلمة جزءٌ من للكلام، والجزءُ مقدَّمٌ على الك...