Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Muhasabah

Hakikat Seorang Guru Pendidik

Akhina Fillah Rohimakumullah.. BAGAIMANA MEMAHAMI HAKIKAT SEORANG GURU PENDIDIK ? Sahabat yang budiman. Perbedaan antara mudarris, muallim, muaddib, musyrif, murabbi dan mursyid. Dalam tulisan ini kita akan jelaskan posisi ustadz yang sebenarnya (insya Allah), agar kita semua tidak salah paham. Secara umum, ustadz itu diartikan sebagai guru atau pendidik. Ini adalah pengertian dasarnya. Guru dalam khazanah Arab atau Islam, memiliki banyak istilah yang berbeda-beda, yaitu: mudarris, mu’allim, muaddib, musyrif, murabbi, mursyid, dan termasuk Ustadz. Masing-masing istilah memiliki makna tersendiri. Agar lebih jelasnya mari kita sama-sama perhatian uraian singkat berikut ini: Pertama: [ Mudarris ] artinya guru, tetapi lebih spesifik: Orang yang menyampaikan dirasah atau pelajaran. Siapa saja yang menyampaikan pelajaran di hadapan murid-murid, dia adalah Mudarris. Kedua: [ Mu’allim ] artinya guru juga, tetapi lebih spesifik: Orang yang berusaha menjadikan murid-muridnya tahu, setelah sebel...

Filosopi Pikiran Seperti Tanah

  APAKAH PIKIRAN SIFATNYA SEPERTI TANAH ? Yuuk Baca Bareng.... Sahabat Al Fikr Rohimakumullah... Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di pikiran kita. Karena pikiran Itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi pola kehidupan seseorang. Ada pepatah yang mengatakan:  " Menabur dalam pikiran akan menuai tindakan. Menabur tindakan akan menuai kebiasaan. Menabur kebiasaan akan menuai karakter." Pikiran kita seumpama tanah, tanah tidak pernah peduli terhadap jenis benih apa yang hendak kita tanam. Jika kita menabur benih jagung, maka tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkan jagung. Apapun yang kita tanamkan dalam pikiran, entah itu hal-hal yang baik ataukah buruk, pikiran kita akan segera menerima, merespon dan menumbuhkannya. Sadar atau tidak, seringkali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri, misalnya: Hidupku penuh masalah. Aku tidak akan berhasil. Sakitku tidak akan sembuh. Aku bodoh dan miskin. Masa depanku suram, dan lain seb...

Cahaya & Ruhnya Amal yaitu Ikhlas

,Ahibba' rohimakumullah اَلْأَعْمَالُ صُوَرٌ قَائِمَةٌ، وَأَرْوَاحُـهَا وُجُوْدُ سِرِّ اْلإِخْلاَصِ فِيهَا " Amal-amal itu semata bentuk-bentuk yang tampil, adapun ruh-ruh yang menghidupkannya adalah hadirnya sirr ikhlas (cahaya ikhlas) padanya" Dalam persfektif menyembunyikan kelemahan dan buruknya hamba Allah adalah termasuk cahaya ikhlas. Alkisah, suatu hari saat Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan beberapa sahabatnya, datanglah seorang wanita kafir membawa beberapa biji buah jeruk sebagai hadiah.  Rasulullah SAW menerimanya dengan senyuman gembira. Lalu mulailah jeruk itu dimakan oleh Rasulullah SAW dengan tersenyum, sebiji demi sebiji hingga habislah semua jeruk tersebut. Maka ketika wanita itu meminta izin untuk pulang, maka salah seorang sahabat segera bertanya mengapa tidak sedikit pun Rasulullah menyisakan jeruk tadi untuk sahabat lainnya. Rasulullah SAW pun menjawab: "  Tahukah kamu, sebenarnya buah jeruk itu terlalu asam sewaktu saya ...

Nasehat Alfaqir Pembina Majelis : Penyebab Hati Berkarat-Hilangnya hidayah Allah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته Ahibba' Hafizakumullah..... Al-Faqier Abdul Rahman, Q.H., S.Pd.I   Pembina Majelis Hati menjadi berkarat karena dua hal yaitu dengan ۩  ﴾  Kelalaian dan Dosa  ﴿  ۩.  Sebaliknya 2 hal pembersih hati sehingga  menjadi cemerlang   dan bersih yaitu  dengan : ۩  ﴾  Dzikrullah dan   Istigfar ﴿  ۩ Jika Kelalaian dalam Ibadah, indikator terjerumus kedalam perbuatan Dosa jika terdapat  pada dirinya lebih mendominasi [ l uwe۔an : bahasa sasak ] maka Karat/ Noda Hitam akan bertumpuk dalam hatinya.  Noda hitam (Stempel:Buruk) tergantung besar kecilnya kelalaian dan dosa !!! Jika hati sudah berkarat noda hitam maka, cahaya karakter ilmu pengetahuan tentang kebenaran error. sehingga hati keliru dalam mengilhami dan memaknai,  #kebathilan sebagai ﴾kebenaran﴿ - dan kebenaran menganggapnya  bathil ( Buruk) , na'udzubillahi min dzaalika. Hal ini...