Skip to main content

KITA DAN TENGGOROKAN KITA SENDIRI: BATAS NIKMAT DAN BATAS TAUBAT


Ahibba' Rohimakumullah,

Renungan diri dari Kanda Prof.Dr. Tgh. Al-Faqier Fahrurrozi Dahlan Asnawi, Q.H., M.A. :

" Kenapa ukuran Taubah itu sampai tenggorokan?
Lewat tenggorokan,  alias mulut hidung otak.  Taubat tak diterima.
إن الله يقبل التوبة مالم يغرغر
Allah menerima taubat selama belum sampai ke ghorgoroh. Tenggorokan.
Ingat nyawa dicabut mulai dari ujung kaki Hamba-Nya bukan mulai dari kepala,  agar manusia meski dalam keadaan berdosa besar sekalipun masih diberikan kesempatan untuk bertaubat kepada Allah. Subhanallah!

Ok kita lanjutkan perenungan kita-
Menurut renungan al-Faqier bahwa:
UKURAN KENIKMATAN DUNIAWI ITU SEUKURAN MULUT DENGAN TENGGOROKAN.  MAKA PANTASLAH UKURAN BATAS MAKSIMAL DITERIMA TAUBAT ITU SEBATAS GORGOROH (-غرغرة- ما لم يغرغر). Coba Hitung dengan jari Anda seberapa CM jarak Mulut atau pangkal lidah dengan tenggorokan Anda. Tak lebih dari 10 cm.
Kenapa Anda atau saya terlalu sibuuk mengejar materi duniawi yang tak kunjung mencukupi atau tak kunjung membuat kita tenang.
Coba pastikan!  Kita kejar duniawi sampai ke lapisan bumi yang ketujuh sekalipun ujungnya adalah apa yang kita makan dan apa yang kita rasakan. Sesuatu yang kita makan dan rasakan bahkan apa yang kita minum ambang batas nikmat dari rasa itu hanya sampai tenggorokan. Setelah lewat tenggorokan makanan dan minuman duniawi yang nikmat itu tak akan pernah terasa kembali. Bahkan jika dia kembali berubah menjadi bauk,amis, pahit karena menjadi muntah yang menjijikkan semua orang.
Lelah memang mencari dunia itu,  siang malam tak kenal waktu,  sampai mengorbankan jiwa raganya demi mengejar duniawi meski demikian seberapa yang dinikmatinya?
Hanya beberapa suap dan tegukan yang masuk dari mulutnya melalui tenggorokan saja yang dinikmatinya.
Mengejar duniawi untuk keperluan ukhrawi itu sangat penting tapi jangan gara-gara itu merubah orientasi kehidupan kita menuju materi semata,  perlu hati ini ditata dengan baik dan bijak agar tak lelah menghadapi dunia yang tak kunjung mau baik dengan orang-orang yang baik,  atau tak mau berpihak kepada orang-orang yang tulus memperjuangkan khittah kehidupan keabadiannya nanti.  Kehidupan keabadian inilah cita cita tertinggi bagi para cendekiawan yang hakiki, meminjam istilah Nabi Muhammad Saw.
الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت
Orang yang cerdas adalah orang yang selalu bersiap siaga dengan banyak berkontribusi untuk kebaikan bersama demi kehidupan pasca kehidupan dunia ini.
Itulah sekelumit renungan hati untuk kita bersama. " (1)

Semoga bermanfaat.  Amin.

Sumber :
1). https://facebook.com/fahrurroziaburaziqi
Sumber Gambar :
Kementerian Kesehatan RI

Comments

Popular posts from this blog

Manaqib Al-Marhum Guru Anan Sang Perintis Sistem Pengajian Tradisional Lendang Nangka

Sumber : Fhoto Dokumentasi Majelis  2015 1. RIWAYAT DAN SILSILAH KELUARGA USTADZ ABDUL HANNAN (GURU ANAN)           Tokoh sederhana yang tidak mau disebut sebagai Tokoh seperti ungkapan tawadlu’ beliau sering mengungkapkan : “ Tiyang mniki  Goro bukan Guru yang Istimewa  (( Dalam Bahasa Sasak :  tiyang niki goro nententen guru atau kiyai sak berilmu ) ) “ sehingga sebagian masyarakat Lendang Nangka yang memberi sebutan “ Guru Tawadlu' nan Bagus (Guru Annan Bagus)”

NASIHAT ALLAH DAN RASULULLAH: AL-QONAAH: MENGGAPAI KEHIDUPAN YANG BAHAGIA DAN MENENTERAMKAN.

ALLAH SWT BERFIRMAN: قال الله تعالى من عمل صالحا من ذكر وانثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة (سورة النحل : ٩٧) وقال كثير من المفسرين : الحياة الطيبة فى الدنيا هي القناعة. عن جابر بن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : القناعة كنز لا يفنى وعن ابى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كن ورعا تكن اعبد الناس وكن قانعا تكن اشكر الناس واحبب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمنا واحسن مجاورة من جاورك تكن مسلما واقلل الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب (رواه البيهقي) Maknanya: Allah swt berfirman: sesiapa saja yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan sembari penuh keimanan kepada Allah swt. Maka Kami pasti memberikan kehidupan yang baik.  Kebanyakan para penafsir menafsirkan ayat ini: Kehidupan yang baik di dunia adalahAl-Qonaah: merasa tercukupkan. Dari Sahabat Jabir bin Abdullah  ra berkata telah bersabda Rasulullah saw. Al-Qonaah:sikap berterima terhadap nikmat Allah adalah perbendaharaan/simpanan yang tak kan pernah sirna. Dari Sahabat Ab...

HUKUM MENUNDA QADHA KARENA UDZUR SYAR'I

Akhina Fillah dan Jamaah bini Rohimakumullah, Dok.Majelis Mudzakarah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallama, Malam Senin Bahagia  Dalam mudzakarah Fiqh banyak Jamaah bini bertanya, " Bagaimana hukum Menunda Qadha' Karena Udzur Syar'i? "  untuk mendapatkan jawabannya, yuuk baca dan telaah bareng tulisan Ustadzah Aini Aryani, Lc. berikut ini. Seluruh fuqaha ( ulama ahli Fiqih) sepakat bahwa orang yang punya hutang qadha ’ puasa wajib (Puasa Ramadhan ), kemudian dia menunda qadha ’ nya itu sampai bertemu Ramadhan berikutnya karena ada udzur syar’i , maka ia tidak berdosa dan boleh meng-qadha’ nya sampai tiba masanya ia mampu membayar qadha ’ itu, meskipun sudah dua atau tiga Ramadhan dilaluinya. (lihat: al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah jilid 32, hal. 70 ) Udzur Syar’i disini maksudnya adalah sebab yang dibenarkan dalam syariat untuk menunda qadha’ puasa Ramadhan. Misalnya, bila kondisi wanita hamil dan menyusui masih tidak juga memungkinkannya untuk berpu...