Skip to main content

Hazanah Tamtsil Laa Tahzan : " Beban Berat Konsekuensi Status Kepemimpinan"

Bismillahirrohmaanirrohiim, 
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Allah SWT berfirman :

" Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. "

 { QS. Al-Baqarah (2) : 216 }




Saudaraku Rohimakumullahu,

Salah satu hubungan ayat diatas dengan konsekuensi status kepemimpinan adalah tentang prasangka positif dan penanaman nilai Tawakkal disisi Allah SWT yang Maha 'Alim.

Dengan Prasangka positif kepada Allah dengan segala Ujian yang ditaqdirkan kepadanyan, seseorang  mampu menerawang  sisi positif orang lain, dapat melahirkan inovatif-inovatif positif berikutnya. Dalam konteks tanggung jawab moral seorang pemimpin, wajib akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. 

Dalam konteks kepemimpinan, kedudukan merupakan dalam bahasa kasarnya sebagai bumerang tututan kehidupan dunia yang tentu membawa resiko, karena setiap Aksi pasti ada reaksi.

Rasulullah SAW bersabda :  " Janganlah engkau menuntut kekuasaan."

Ibnul Wardi mengungkapkan: 

 " Beban berat karena kedudukan telah melemahkan kesabaranku. Wahai deritaku, semuanya karena interaksi dengan semua kerendahan. "

Dr.Aidh Al-Qarni menginterpretasi syair diatas bahwa konsekuensi dari kedudukan itu sangat mahal, dan dapat menurunkan kesehatan. Hanya sedikit orang yang mampu membayar ketentuan dan kewajibannya setiap harinya; mulai dari keringatnya, darahnya, nama baiknya, waktu istirahatnya, kehormatanya sampai harga dirinya.



" Kontradiktifnya Allah SWT terhadap Hambanya
adalah Muhasabah melahirkan Karakter Positif Para Pemimpin Segala Kehidupan berdasarkan Ayat-ayat Nya "


Namun Walaupun demikian bukan berarti Muhasabah evaluasi tugas kepemimpinan terasa berat, sebagai penyebab untuk tidak berbuat selayaknya pemimpin kehidupan. Allah Maha cerdas dalam menganugerahi Kekuatan dalam mengatur dan mengelola kehidupan yang dipimpinnya.

" Kullukum Roo'in mamas-uulun 'anrroiyyatihi " 

" Setiap Kamu semuanya adalah Pemimpin dan pasti akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpinnya. "
(Al-Hadist).

Wallahu a'lam Bishowab, Wafatahallahu Bifutuuhil 'aarifiin....

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokaatuh.
Sumber Bacaan :
 Dr. Aidh Al-Qarni, Laa Tahzan,Qisti Press, Jakarta, 2011



Comments

Popular posts from this blog

Manaqib Al-Marhum Guru Anan Sang Perintis Sistem Pengajian Tradisional Lendang Nangka

Sumber : Fhoto Dokumentasi Majelis  2015 1. RIWAYAT DAN SILSILAH KELUARGA USTADZ ABDUL HANNAN (GURU ANAN)           Tokoh sederhana yang tidak mau disebut sebagai Tokoh seperti ungkapan tawadlu’ beliau sering mengungkapkan : “ Tiyang mniki  Goro bukan Guru yang Istimewa  (( Dalam Bahasa Sasak :  tiyang niki goro nententen guru atau kiyai sak berilmu ) ) “ sehingga sebagian masyarakat Lendang Nangka yang memberi sebutan “ Guru Tawadlu' nan Bagus (Guru Annan Bagus)”

NASIHAT ALLAH DAN RASULULLAH: AL-QONAAH: MENGGAPAI KEHIDUPAN YANG BAHAGIA DAN MENENTERAMKAN.

ALLAH SWT BERFIRMAN: قال الله تعالى من عمل صالحا من ذكر وانثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة (سورة النحل : ٩٧) وقال كثير من المفسرين : الحياة الطيبة فى الدنيا هي القناعة. عن جابر بن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : القناعة كنز لا يفنى وعن ابى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كن ورعا تكن اعبد الناس وكن قانعا تكن اشكر الناس واحبب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمنا واحسن مجاورة من جاورك تكن مسلما واقلل الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب (رواه البيهقي) Maknanya: Allah swt berfirman: sesiapa saja yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan sembari penuh keimanan kepada Allah swt. Maka Kami pasti memberikan kehidupan yang baik.  Kebanyakan para penafsir menafsirkan ayat ini: Kehidupan yang baik di dunia adalahAl-Qonaah: merasa tercukupkan. Dari Sahabat Jabir bin Abdullah  ra berkata telah bersabda Rasulullah saw. Al-Qonaah:sikap berterima terhadap nikmat Allah adalah perbendaharaan/simpanan yang tak kan pernah sirna. Dari Sahabat Ab...

Refleksi Pemikiran cerdas Prof.Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA untuk NTB

Bismillahirrohmaanirrohiim, Ikhwanufillah…. Intergrasi berzikir, fikir dan ikhtiar dalam bentuk karya merupakan refleksi bangkit dan terlahirnya 61 Provinsi NTB. Hal inilah kanda Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi, MA dalam tulisannya di akun FBnya dengan diksi-diksi yang menarik dengan literasi mendalam beliau menukilkan dalam judul aslinya… BANGGA MENJADI WARGA NTB: “Jika” NTB BERZIKIR, NTB BERPIKIR, NTB MENGUKIR: REFLEKSI 61 TAHUN NTB LAHIR sumber gambar :  https://www.google.com/search?q=Gambar+Peta+NTB&newwindow=1&safe=strict&rlz=1C1CHBF_enID840ID840&sxsrf=ACYBGNRE8lH68GlxSMtTSgjf_ O5JV5jIOA:1576601741530&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=di97UKuqlocxUM%253A%252ChTyXExZWSt5PpM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kQWLMOKYDJ6av-qM1bq77XVSYxo5Q&sa=X&ved=2ahUKEwji-oWWk73mAhVEX30KHRuxDrUQ9QEwCXoECAoQFg#imgrc=di97UKuqlocxUM: dalam tulisannya beliau melanjutkan  ……            ...