Skip to main content

Sejarah Berdirinya Majelis

Penamaan Majelis


https//majelis-alhannan.blogspot.com




Majelis Al Hannan terdiri dari dua kata yaitu Majelis yang berarti tempat berkumpulnya kajian  Islam, sedangkan Al Hannan berarti yang maha lemah lembut, terambil dari salah satu 99 Asmaul Husna الحنان , berikut juga terinspirasi penamaanya, dari nama perintis Majelis yaitu : Ustadz Abdul Hannan ( Guru Anan) sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangannya dalam dakwah dengan sistem visit home to home.

Waktu dan Tempat Berdiri

Beridiri Tahun 2015 Masehi bertepatan dengan tanggal 16 Rajab 1436 Hijrah  di Dalem Lauq Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bertepatan dengan hari berpulang kerahmatullah Ayahanda Guru Abdul Hannan Bin Guru Jumadienul Islam (Guru Anan Lingsir : bahasa sasak / Tua


Tentang Guru Jumadienul Islam 
(Guru Anan Lingsir : Bahasa Sasak / Tua)

Pengajian beritab sistem Halaqoh pada saat itu merupakan    Dakwah sistem Sirr dengan visit (berkunjung) dari rumah ke rumah  sunnatan hasanatan dari TGH. Mas'ud  dan Guru Jumrah, yang juga sudah dilakukan oleh TGH.Muhammad Thohir (Tokoh Agama terkemuka di Lendang Nangka) saat itu.

Kebiasaan Positif ini, Guru Jumadienul Islam (Guru Anan Lingsir : bahasa sasak / Tua) secara istiqomah  bertidak sebagai  pengiring dan Pembaca Kitab pada setiap Halaqoh Pengajiannya Al-Magfurullahu TGH. Mas'ud dan Al-Marhum Guru Jumrah  di beberapa pelosok kampung-kampung  desa Lendang Nangka pada Awal Tahun 1950-an.  

Al Mukhtaram Fadhilatul Ustadz Tuan Guru Ramadhan, Q.H. 12/02/2015Pendiri dan Pembina Pondok Pesantren Halimatussa'diyah Nahdlatul Wathan Lendang Nangka  mengungkapkan Akhlak kebiasaan beliau :


Beliau lebih suka Bedzikir (menyebut kalimat tauhid untuk mengingat Allah) dalam waktu yang lama dari pada bertemu manusia, khususnya pada hari Jum'at, jika beliau i'tiqaf ( beridam diri di masjid) setelah jum'at sampai waktu Ashar tiba.

Mengenal Ustadz Abdul Hannan (Guru Anan)  


  • Silsilah Singkat Keluarga

Beliau adalah Putra Pertama 4 bersaudara dari Jumadienul Islam (Guru Anan Lingsir : bahasa sasak / Tua) dan Inaq Anan. Diantara saudaranya adalah : Sakmah, Sa'nah dan Mahdan.
  • Sejarah Menuntut Ilmu

Kebiasaan mengajinya sang ayah mengalir ke beliau, sehingga menuntut ilmu setelah tamat Sekolah Rakyat (SR) setingkat SD sekarang. Beliau belajar di beberapa Tuan Guru  setempat di Lombok antara lain : TGH.Muhammad Thohir Lendang Nangka, TGH.Muhammad Amin Sekomak, Paok Motong, TGH. Asmuni Masbagik, TGH.Mahsun Danger bersama Sahabatnya Ustadz Ramadhan, Q.H., dan terkhir dari tahun 1975 - 1997  mengaji di pengajian Umum Jum'at Pagi pada Al Magfurulahu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zaenuddin AM. yang dilanjutkan oleh para Masyaikh Ma'had DQH Al Madjidiyah As-Syafi'iyah NW pada hari yang sama sampai akhir hayatnya yaitu tahun 2015 masehi.




Perintis Pengajian Sistem Halaqoh/ Tradisional
MTA Al-Hannan sejak Tahun 1967 Masehi



  • Kiprah Perjuangan dalam Da'wahnya

Sambil mengaji di Pengajian umum Maulana Syaikh dari tahun 1970, pada Tahun 1972 Masehi beliau dengan shilaturrahim sambil bincang nyantai  masalah agam akhirnya beberapa pencinta Islam mengajak nganji yang tersebar di beberapa pelosok kampung dalam desa maupun luar desa.

Adapun Kampung-kampung Desa Lendang Nangka dan Luar Desa yang pernah beliau kunjungi  Halaqoh dari rumah kerumah sebagai orientasi beliau berdakwah antara lain yang dapat kami rekam dari berbagai sumber sebagai berikut :
  1. Kampung/ Dusun Tojang Desa Lendang Nangka
  2. Dusun Bangket Lendang Desa Lendang Nangka
  3. Dusun Pedaleman Desa Lendang Nangka
  4. Dusun Gelogor Desa Lendang Nangka
  5. Dusun Sepolong Desa Jurit
  6. Dusun Punik Agung Desa Kesik
  7. Dusun Lendang Belo Desa Lendang Nangka
  8. Dusun Punik, Dasan Longkak Desa Lendang Nangka
  9. Kampung Manggis Desa Lendang Nangka
  10. Kampung Bahagia Desa Lendang Nangka
  11.  Kampung Dalem Lauq  Desa Lendang Nangka
  12. Dusun Ploman Desa Jurit
  13. dan Sebagai Pengantar/ Pendahuluan Pengajian di Masjid Jami' Daarussalam Desa Lendang Nangka Bersama Sahabat Seperjuangan Akhinafillahi Fadhilatul Ustaz Ramadhan, QH (Perintis dan Pembina Pondok Pesantren Halimatussa'diyah Nahdlatul Wathan Lendang Nangka).
Adapun Central Kajiannya adalah Kitab Melayu Arab antara lain : Kitab Masaailal Mubtadi (Ushuluddin) , Perukunan, Durratunnasihin (Hadist), dan Hidayatussalikin (Tasawuf). dan Sabilal Muhtadin (Fiqh).

Masjid Daarusslama Lendang Nangka pada Waktu Shubuh, Dok Official MT. Al-Hannan Lendang Nangka 2018

  • Penerus Perjuangan Dakwah Sistem Halaqoh

Majelis ini di teruskan Oleh Putra kedua beliau yaitu Ustadz Abdurrahman, QH., S.Pd.I, Alumnus dari Ma'had Daarul Qur'an Wal Hadist Al-Majidiyah Asy-Syafi'iyah dan IAIH  Nahdlatul Wathan dan Anjani Lombok Timur, merupakan Putra yang diperolehnya dari Pernikahannya  dengan Samsiah Binti Derun atau Bapak Sayidi terkenal dengan panggilan Inaq Sadeli. 
nwonline.or.id : Mahasiswa Ma'had Daarul Qur'an Walhadist
Al Madjidiyyah As-Syafi'iyah Nahdlatul Wathan Anjan Lombok Timur
disaat pulang dari perkuliahan 

Dokumentasi Kampus Lil Banin MDQH Al-Majidiyah As-syafi'iyah NW Anjani
Pondok Pesantren Syaikh Zaenudin Lombok Timur, 25 Maret 2018 Masehi


Kampus Ma'had sekarang -nwonline.or.id
Adapun Putra-putri Perintis Majelis  ( Guru Anan) adalah sebagai berikut :
  1. Maesyarah ( Ayah)
  2. Ustadz Abdurrahman, QH., S.Pd.I (Ustadz Rahman/ Ustadz Dur/ Bapak Mutiara)
  3. Rohmah/ Istiqomah
  4. Jamiludin (Jamil/ Bapak Elga)
  5. Shilaturrahmi (Rohmi)
Al Faqier Abdul Rahman, Q.H. , S.Pd.I
Bin Guru Abdul Hannan bin Guru Jumaddienul Islam
Dokumentasi Official MTA. Al-Hannan 2018
Pengajian masa   Ustadz Abdul Rahman,QH., S.Pd.I Putra beliau meliputi beberapa titik pengajian sebagai berikut :

  1. Kampung/ Dusun Tojang Desa Lendang Nangka
  2. Dusun Bangket Lendang Desa Lendang Nangka
  3. Kampung Manggis Desa Lendang Nangka
  4. Kampung Dalem Lauq  Desa Lendang Nangka
  5. Kampung Bahagia bersama Habib H. Sayyid Qosim Jamalullail
  6. dan Meneruskan  Sebagai Pengantar/ Pendahuluan sekaligus Badal Pengajian di Masjid Jami' Daarussalam Desa Lendang Nangka Bersama Sahabat Seperjuangan Sang Ayahda  yaitu Fadhilatul Ustaz Ramadhan, QH (Perintis dan Pembina Pondok Pesantren Halimatussa'diyah Nahdlatul Wathan Lendang Nangka).
https://youtu.be/XmZVD3J9pNk

Adapun Central Kajiannya adalah Kitab Melayu Arab antara lain :

1. Kitab Masaailal Mubtadi (Ushuluddin)
2. Durratun Nasihin (Hadist),  
3. Sirrussalikiin (Tasawuf)
4. Sabilal Muhtadin (Fiqh)

dan tambahan Kajian Kitab Kuning  periode beliau yaitu : 

1. Tafsiirul Qur'an Jajalain (Ulumul Qur'an), 
2.Safinatun Najah dan Kifayaatul Akhyar (Fiqh) dan
3.Subulussalam Fi Sarh Buluugul Marram Min Jamii'il Adillatil
  Ahkam (Hadist).

Wallahu a'lam Bishawab, Wafatahallahu Bifutuuhil Arifiin.


Comments

Popular posts from this blog

Refleksi Pemikiran cerdas Prof.Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA untuk NTB

Bismillahirrohmaanirrohiim, Ikhwanufillah…. Intergrasi berzikir, fikir dan ikhtiar dalam bentuk karya merupakan refleksi bangkit dan terlahirnya 61 Provinsi NTB. Hal inilah kanda Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi, MA dalam tulisannya di akun FBnya dengan diksi-diksi yang menarik dengan literasi mendalam beliau menukilkan dalam judul aslinya… BANGGA MENJADI WARGA NTB: “Jika” NTB BERZIKIR, NTB BERPIKIR, NTB MENGUKIR: REFLEKSI 61 TAHUN NTB LAHIR sumber gambar :  https://www.google.com/search?q=Gambar+Peta+NTB&newwindow=1&safe=strict&rlz=1C1CHBF_enID840ID840&sxsrf=ACYBGNRE8lH68GlxSMtTSgjf_ O5JV5jIOA:1576601741530&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=di97UKuqlocxUM%253A%252ChTyXExZWSt5PpM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kQWLMOKYDJ6av-qM1bq77XVSYxo5Q&sa=X&ved=2ahUKEwji-oWWk73mAhVEX30KHRuxDrUQ9QEwCXoECAoQFg#imgrc=di97UKuqlocxUM: dalam tulisannya beliau melanjutkan  ……            ...

Manaqib Al-Marhum Guru Anan Sang Perintis Sistem Pengajian Tradisional Lendang Nangka

Sumber : Fhoto Dokumentasi Majelis  2015 1. RIWAYAT DAN SILSILAH KELUARGA USTADZ ABDUL HANNAN (GURU ANAN)           Tokoh sederhana yang tidak mau disebut sebagai Tokoh seperti ungkapan tawadlu’ beliau sering mengungkapkan : “ Tiyang mniki  Goro bukan Guru yang Istimewa  (( Dalam Bahasa Sasak :  tiyang niki goro nententen guru atau kiyai sak berilmu ) ) “ sehingga sebagian masyarakat Lendang Nangka yang memberi sebutan “ Guru Tawadlu' nan Bagus (Guru Annan Bagus)”

NASIHAT ALLAH DAN RASULULLAH: AL-QONAAH: MENGGAPAI KEHIDUPAN YANG BAHAGIA DAN MENENTERAMKAN.

ALLAH SWT BERFIRMAN: قال الله تعالى من عمل صالحا من ذكر وانثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة (سورة النحل : ٩٧) وقال كثير من المفسرين : الحياة الطيبة فى الدنيا هي القناعة. عن جابر بن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : القناعة كنز لا يفنى وعن ابى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كن ورعا تكن اعبد الناس وكن قانعا تكن اشكر الناس واحبب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمنا واحسن مجاورة من جاورك تكن مسلما واقلل الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب (رواه البيهقي) Maknanya: Allah swt berfirman: sesiapa saja yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan sembari penuh keimanan kepada Allah swt. Maka Kami pasti memberikan kehidupan yang baik.  Kebanyakan para penafsir menafsirkan ayat ini: Kehidupan yang baik di dunia adalahAl-Qonaah: merasa tercukupkan. Dari Sahabat Jabir bin Abdullah  ra berkata telah bersabda Rasulullah saw. Al-Qonaah:sikap berterima terhadap nikmat Allah adalah perbendaharaan/simpanan yang tak kan pernah sirna. Dari Sahabat Ab...