Akhiina Fillah, Nahdhiyyin Rohimakumullah
Kali ini admin ingin memplublikasi landasan berfikir dalam berjuang, sekiranya moderasi perjuangan bisa
![]() |
| Dok.RTGB Lalu Gede Muhammad Zaenuddin Atsani setelah Umur 40 Tahun |
dan memungkinkan untuk di tegakkan. Jika dalam Narasi ini ada perbedaan pendapat atau pandangan maka mari kita konsumsi dengan pandangan positif untuk kemaslahatan ukhuwah Wathoniyyah. dan ukhuwah Islamiyyah.
Dalam Publikasi Media Sosial, Rabu, 01/10/2019, Prof.Dr.TGH. Fahrurrozi, QH., MA menukil ungkapan Maha Guru Besar Kita :
ما حل بنهضة الوطن حل للوطن
ما ظهر لنهضة الوطن ظهر فى غيرها
(مولاناالشيخ محمد زين الدين عبد المجيد المشهور قدس الله سره)
Dulu Maulanassyaikh pernah bernasihat kepada kita saat mengaji di Mushalla Al-Abror pada tahun 1996 beliau berkata:
ما حل بنهضة الوطن حل للوطن
ما ظهر لنهضة الوطن ظهر فى غيرها
(مولاناالشيخ محمد زين الدين عبد المجيد المشهور قدس الله سره)
Dulu Maulanassyaikh pernah bernasihat kepada kita saat mengaji di Mushalla Al-Abror pada tahun 1996 beliau berkata:
" Ingat anak-anakku semua, apa-apa yang terjadi di Nahdlatul Wathan bahkan terjadi di Lombok akan terjadi dibelahan bumi yang lain termasuk di Indonesia."
Ungkapan Maulanassyaikh tersebut bagi kita saat itu biasa-biasa saja tak ada yang selalu kita pikirkan karena hal itu belum terjadi.
Akhir-akhir hayat Maulanassyaikh banyak peristiwa yang diluar kebiasaan orang NW terjadi, orang mungkin mengatakan itu hanya kebetulan saja, pas samaan terjadi. Tapi bagi kita murid Maulanassyaikh tentu merenungkan apa gerangan ini kok selalu tepat dan bersamaan terjadi dan tak sekali itu terjadi.
Contoh: Era Maulanassyaikh ada oknum demo kebijakan Maulanassyaikh mengangkat pak Drs. H. Abdul Hayyi Nukman menjadi Rektor Pertama IAIH NW, berlanjut dengan demo Pancor Bersatu (saat itu), 1997. Begitu juga terjadi pemecatan Ketua STKIP dan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darunnahdhatain NW Pancor 1997 yang di SK. kan pemecatannya oleh Maulanassyaikh yang secara kebetulan saya Fahrurrozi (tutur beliau) menjadi MC saat pembacaan SK oleh almarhum Drs. H. Mawardi. Pengurus Wilayah NW NTB saat itu.
Ungkapan Maulanassyaikh tersebut bagi kita saat itu biasa-biasa saja tak ada yang selalu kita pikirkan karena hal itu belum terjadi.
Akhir-akhir hayat Maulanassyaikh banyak peristiwa yang diluar kebiasaan orang NW terjadi, orang mungkin mengatakan itu hanya kebetulan saja, pas samaan terjadi. Tapi bagi kita murid Maulanassyaikh tentu merenungkan apa gerangan ini kok selalu tepat dan bersamaan terjadi dan tak sekali itu terjadi.
Contoh: Era Maulanassyaikh ada oknum demo kebijakan Maulanassyaikh mengangkat pak Drs. H. Abdul Hayyi Nukman menjadi Rektor Pertama IAIH NW, berlanjut dengan demo Pancor Bersatu (saat itu), 1997. Begitu juga terjadi pemecatan Ketua STKIP dan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darunnahdhatain NW Pancor 1997 yang di SK. kan pemecatannya oleh Maulanassyaikh yang secara kebetulan saya Fahrurrozi (tutur beliau) menjadi MC saat pembacaan SK oleh almarhum Drs. H. Mawardi. Pengurus Wilayah NW NTB saat itu.
Peristiwa Muktamar dan demo Pemimpin Perempuan pertama di Indonesia yang terpilih menjadi pimpinan tertinggi dalam organisasi NW. 1998-1999.
Tak berselang waktu lama. Terjadi Domontrasi besar besaran menurunkan Presiden Suharto. Pemecatan Suharto dan terpilihnya Presiden Perempuan dalam Sejarah Politik Indonesia.
Gunung Rinjani Memuntahkan lahar tahun 1994 diiringi oleh Gunung Merapi di luar Lombok.
Tak berselang waktu lama. Terjadi Domontrasi besar besaran menurunkan Presiden Suharto. Pemecatan Suharto dan terpilihnya Presiden Perempuan dalam Sejarah Politik Indonesia.
Gunung Rinjani Memuntahkan lahar tahun 1994 diiringi oleh Gunung Merapi di luar Lombok.
Intinya banyak hal yang ada kesesuaian dan kesamaan meski berbeda lokus dan waktu.
Berdasarkan ini saya mencoba merenungi dengan menganalisa temuan ilmiah dan sufistik.
Peristiwa - peristiwa kelam yang terjadi Pasca Muktamar NW ke-10 di Praya, dst.
Pertama: LOMBOK Gunung Rinjaninya Tinggi Sekali melebihi pulaunya sendiri yang tak akan anda temukan di dunia ini. Hanya Rinjani Lombok yang Allah tetapkan sebagai gunung memasak bumi yang lebih kecil dari yang ditopangnya.
والجبال اوتادا
Kedua: Lombok menjadi titik sentral temu antara Sabang dan Mareuke jika diukur dari Sabang ke Lombok, Lombok Ke Mareuke Sama Jarak tempuhnya sama panjangnya.( Lihat dilaman web.bmkg.)
Ketiga: Maualanassyaikh Menyebut Istilah Islam Nusantara 74 tahun yang lalu kini menjadi terminologi yang sangat hangat diperbincangkan dan diperdebatkan.
Maualanasyaikh menyebutkan Nahdlatul Wathan Fil Khair Nahdhatul Wathan fastabiqul khairat, Islam berkemajuan 74 tahun yang lalu juga menjadi terminologi yang hangat dipermukaan. Menjadi petanda pembeda antara dua Ormas Islam terbesar di Nusantara (baca wasiat renungan masa karya Maulanassyaikh)
Keempat: Istilah Tuan Guru Bajang yang dulu sebutan Datuk Majid ayahanda Maulanasyaikh saat baru pulang dari Madrasah al-Shaulatiyah Makkah, kemudian dipopulerkan oleh Maulanassyaikh dengan menyebut cucunda kesayangan beliau Tuan Guru Bajang Zainuddin Attsani pada tahun 1984-1985 saat tuan guru bajang Zainuddin Attsani berusia 4 Tahun.
Kini setelah 30 an Tahun Gelar itu menjadi tenar bahkan menjadi komuditi politik identitas yang tak pernah terpikirkan oleh kita dulu saat mendengar Maulanassyaikh menyebut gelar itu di hadapan para Thullab MDQH NW Pancor kala itu. Karomah Maulanassyaikh tak menyingkat Gelar itu dengan "TGB " karena khawatir banyak yang memplesetinya dengan kepanjangan yang tak semestinya. Maulanassyaikh memiliki indra khawwas yang tak dimiliki oleh kita yang tertumpuk hati kita oleh kebencian kezhaliman dan tak ada ketaatan.
Kelima: Maulanassyaikh menyebut Lombok sebagai Serambi masjidil Haram.
Sebagaimana dalam wasiat Maulanassyaikh:
Rasyid berkata di satu malam
Lombok serambi masjidil haram
Sejak dibangun bernafas Islam
Oleh putera shulthanul Islam (WRM:25 H.23)
Pulau Meringkik mencatat Sejarah
Mencakupi himpitan hajarul Ka'bah
Di Gersik hanya diberi setengah
Memang Tuhanlah mengatur hikmah (WRM:24)
Wali Songo Malik Ibrahim.
Sentral Dakwahnya pernah bermukim
Beberapa Waktu di Pengkores intim
Suku sasak islamnya Salim. (WRM: 26.H.22)
Peristiwa-Peristiwa tersebut tidak ada yang kebetulan dalam perspektif Allah Swt pasti ada hubungan kausalitas sebab akibat-
Kelima: Maulanassyaikh menyebut Lombok sebagai Serambi masjidil Haram.
Sebagaimana dalam wasiat Maulanassyaikh:
Rasyid berkata di satu malam
Lombok serambi masjidil haram
Sejak dibangun bernafas Islam
Oleh putera shulthanul Islam (WRM:25 H.23)
Pulau Meringkik mencatat Sejarah
Mencakupi himpitan hajarul Ka'bah
Di Gersik hanya diberi setengah
Memang Tuhanlah mengatur hikmah (WRM:24)
Wali Songo Malik Ibrahim.
Sentral Dakwahnya pernah bermukim
Beberapa Waktu di Pengkores intim
Suku sasak islamnya Salim. (WRM: 26.H.22)
Peristiwa-Peristiwa tersebut tidak ada yang kebetulan dalam perspektif Allah Swt pasti ada hubungan kausalitas sebab akibat-
فأتبع سببا ثم اتبع سببا (الاية)
Dalam dunia kewaliaan inilah yang disebut dengan al-khawwash (ainul bashiroh) memandang tajam akan masa depan yang belum terjadi sehingga pada saatnya nanti terjadi.
Dalam Fiil nabi atau hadis dan taqrir nabi Muhammad Saw banyak menerangkan tentang teropongan masa yang akan datang dengan ungkapan ungkapan strategis Nabi.
Para 'Ulama para Waliyullah juga diberikan metenarasi untuk meneropong masa yang akan datang karena mereka adalah para waratsatul anbiya'.
Semoga menambah keyakinan kita akan arti sebuah karomah orang yang dekat dengan Allah swt. Bertindak Berucap tak ada unsur duniawi namun unsur ukhrawi menjadi perekat semua kebijakan dan keputusannya.
والله اعلم بالصواب
Hamba serahkan kebenaran ini kepada Allah swt jika kurang tepat Hamba Istighfar mohon ampun atas segala khilaf-Tak akan mengurangi wibawa dan kehormatan kita jika kita mau mohon maaf dan mengaku salah atas segala tindak tanduk kita.
-----------
Sumber :
Tulisan Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan QH., MA
Alumni akhir hayat Maulanassyaikh TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid-Sekjend PB NW hasil Muktamar ke-14 di Mataram)
Tulisan Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan QH., MA
Alumni akhir hayat Maulanassyaikh TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid-Sekjend PB NW hasil Muktamar ke-14 di Mataram)


Comments