Prof.Dr.TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH, MA menukilkan :
Jasa Sang Maulasyyaikh Pencetak Kader Bangsa Yang Berdedikasi untuk Keislaman, Kebangsaan dan Keummatan: Edisi Menelisik Ratusan Tuan Guru Alumni Madrasah Al-Shaulatiyah Makkah Al-Mukarramah
قال مولاناالشيخ السيد محمد أمين كتبي:
لله زين الدين فى فضله * فى مجده السامى وفى نبله
له يد بيضاء دلت على * جوهرة المكنون فى اصله
ينهض بالنشء الى مستوي * بذلك المعراج من قوله
فى ساحة العلم له معهد * لا يبرح الطلاب فى ظله
فالله يبقيه ويعلي به * فى انفنان فى اهله
تحية كالمسك منشورة * من حرم الكون الى حله
Sekian lama pujian maha guru beliau disimpan tak beliau izinkan untuk dibaca di depan umum kecuali di hadapan Thullab/thalibat MDQH yang mengkaji kitab tersebut. Pada Tahun 1986 Rombongan Ulama Terkemuka dalam bidang Sanad Hadis Maulanassyaikh Yasin Isa al-Fadani (Teman sekaligus Murid Maulanassyaikh yang sempat beliau ajar belajar di Madrasah Al-Shaulatiyah tingkat 3 sementara Maulanassyaikh TGJH. M. ZAM saat itu sudah di kelas 6) datang Ziarah ke Maulanassyaikh di Pancor. Saat Thullab Ma'had membaca taqrizh tersebut di hadapan Syaikh Yasin Isa Al-Fadani, Maulananassyaikh
TGKH.M.ZAM menegur para thullab untuk tidak dilagukan. Diketahui oleh Syaikh Yasin perihal itu, Syaikh Yasin sepontan menegur Sahabatnya dengan Ungkapan:
خليهم حتى يعرفوك
Biarkan mereka sehingga mereka semua Tahu Siapa Anda Sesungguhnya.
Sejak itulah Syair itu disenandungkan di depan umum.
Begitulah para ulama saling menghormati.
Inti yang ingin disampaikan adalah terbuktinya doa kemulian Maha Guru Maulanassyaikh atas banyaknya Santri yang telah mengabdi terhadap Agamq, negara dan bangsa yang tak pernah berhenti berkontribusi untuk kemanusiaan.
Salah satunya adalah Mampu mengorbitkan alumni-alumni Madrasah al-Shaulatiyah di pentas dunia, wabil khusus di NTB ratusan Alumni Madrasah al-Shaulatiyah yang dari tahun 1932-2019 ini bisa dibayangkan betapa banyaknya alumni Madrasah al-Shaulatiyah yang berbagai latarbelakang ormas islam khususnya NU. NW dan Yang sealirannya yang terus konsen menyebarkan ASWAJA dalam segala dimensinya.
Maulanassyaikh Hadir menjadi pencetus dan pengkader para Tuan Guru Tuan Guru hebat yang masing masing berjasa minimal di Zona Wilayah beliau semua.
Murid-murid Maulanassyaikh yang menyebar ke seluruh penjuru Dunia. Alumni Madrasah al-Shaulatiyah Makkah al-Mukarramah Hadir digarda terdepan dalam menyebarkan ajaran moderasi Islam.
Pertama: Alumni Madrasah al-Shaulatiyah pertama setelah Maulanassyaikh adalah TGH. MUHSIN MAQBUL (paok Lombok-mukim di Makkah) TGH. khairuddin. Lc. (paok Lombok) TGH. LALU MUHAMMAD FAISAL Manhalul Ulum Karang Lebah, TGH. M. Zaini Abdul Hanan Pademare, TGH. lalu M. Zainal Abdin Sakra, Begitu Juga Alumni Darul Ulum Pertama yang direkomendasikan kepada Murid Sufistik Kharismatik Maulanassyaikh yaitu Datok udin yang biasa disebut Datok Muhajirin. TGH. Najamuddin Makmun Praya.
Murid-murid Maulanassyaikh yang secara langsung belajar yang berasal dari Lombok Tengah, semisal TGH. khairuddin.Lc. (Paok Lombok) TGH. M. Fadhil Thohir Bodak, TGH. IBRAHIM LOMBAN ( sang ahli nahwu Lombok Tengah) TGH. MAJEMUK MERTAK MEN JURANG JALER (SANG AHLI FIQH) TGH. ABDILLAH MISPALAH (SANG AHLI FIQH) TGH. LALU SURBAKTI, TGH. MUAZ ABDUL HALIM. TGH. LALU ABDUL WARIS IWAN DERMAJI.
(Sang Ahli Syair) adalah beliau beliau orang pernah belajar di hadapan Maulanassyaikh.
Kedua: Gelombang arus alumni madrasah al-Shaulatiyah tepatnya di era 1975- 1985 era pulangnya alumni alumni madrasah al-Shaulatiyah yang saat ini beliau-beliau sudah senior rata-rata telah berumur 65 tahun bahkan sudah ada yang telah wafat semisal alumni:
Tgh. Khairuddin paok lombok. Tgh. Atharuddin Paok Lombok. Tgh. Wildan (Pengajar di Madrasah al-Shaulatiyah)Tgh. Ruslan Zain. Tgh. Lalu anas hasry. Tgh. M. Yusuf makmun. Tgh Maarif Makmun Darek (NU) Tgh. Izzuddin Habib (misfalah) Tgh. Arifin Mahdi (Puyung) Tgh. Hilmi Najamuddin (Praya) TGH. Ibrahim al-hafizh (Wakul) TGH. Zahid Syarif (Narmada) TGH. Nasir Abdul Hannan (korleko) dan masih banyak yang lain yang belum dapat disebutkan.
Ketiga: Alumni madrasah al-Shaulatiyah era 1990-an dan 2000-an tercatat lebih dari ratusan alumni yang menyebar di setiap wilayah NTB bahkan ke seluruh Nusantara. Alumni Madrasah al-Shaulatiyah ini terhimpun dalam Wadah Persatuan Alumni Madrasah al-Shaulatiyah (PAS) NTB dan terhimpun dalam Persatuan alumni khirrij alharomain assyarifain, dan juga terhimpun dalam Asshahwah al-Malikiyyah Abuya Sayyid Muhammad Alawi Abbas almaliki.
Inilah bukti kemuliaan keilmuan Maulanassyaikh yang tak terbantahkan pengaruhnya di Nusantara ini. Pengaruh bukan saja karena NW yang beliau dirikan namun dapat memberikan ruh perjuangan untuk semua kalangan.
Ruh-ruh perjuangan Maulanassyaikh inilah yang kemudian saya sebut dengan Nahdhatul Wathan: Refleksi Keislaman, Kebangsaan dan Keummatan.
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات و الذي جعل العلم و الأدب مدارين للسعادات والكرامات.
والله اعلم بالصواب واليه المرجع والمآب.
كتيبة قليلة من الفقير فخر الرازي دحلان المعهدي
١٩/١١/٢٠١٩ م

Comments