A. Pendapat Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur'an dalam khilaful Ulama ttg Sampainya Amal
Adapun firman Allah Swt.:
{وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى}
" .... dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa
yang telah diusahakannya. (An-Najm: 39) "
Berdasarkan ayat ini Imam Syafii dan para pengikutnya
menyimpulkan bahwa :
bacaan Al-Qur'an yang dihadiahkan kepada mayat tidak dapat sampai karena bukan termasuk amal perbuatannya dan tidak pula dari hasil upayanya.
Karena itulah maka Rasulullah Saw.
* Tidak menganjurkan umatnya untuk melakukan hal ini,
* Tidak memerintahkan mereka untuk mengerjakannya,
* Tidak pula memberi mereka petunjuk kepadanya, baik melalui nash hadist maupun makna yang tersirat darinya.
* Hal ini tidak pernah pula dinukil dari seseorang oleh para sahabat yang melakukannya.
*Seandainya hal ini (bacaan Al-Qur’an untuk mayat) merupakan hal yang baik, tentulah kita pun menggalakkannya dan berlomba melakukannya.
bacaan Al-Qur'an yang dihadiahkan kepada mayat tidak dapat sampai karena bukan termasuk amal perbuatannya dan tidak pula dari hasil upayanya.
Karena itulah maka Rasulullah Saw.
* Tidak menganjurkan umatnya untuk melakukan hal ini,
* Tidak memerintahkan mereka untuk mengerjakannya,
* Tidak pula memberi mereka petunjuk kepadanya, baik melalui nash hadist maupun makna yang tersirat darinya.
* Hal ini tidak pernah pula dinukil dari seseorang oleh para sahabat yang melakukannya.
*Seandainya hal ini (bacaan Al-Qur’an untuk mayat) merupakan hal yang baik, tentulah kita pun menggalakkannya dan berlomba melakukannya.
* Pembahasan mengenai amal taqarrub itu hanya terbatas pada
apa-apa yang digariskan oleh nas-nas syariat, dan tidak boleh menetapkannya
dengan berbagai macam hukum analogi dan pendapat mana pun.
Akan tetapi, berkenaan dengan doa dan sedekah (yang pahalanya dihadiahkan buat mayat), maka hal ini telah disepakati oleh para ulama, bahwa pahalanya dapat sampai kepada mayat, dan juga ada nas dari syariat yang menyatakannya.
Akan tetapi, berkenaan dengan doa dan sedekah (yang pahalanya dihadiahkan buat mayat), maka hal ini telah disepakati oleh para ulama, bahwa pahalanya dapat sampai kepada mayat, dan juga ada nas dari syariat yang menyatakannya.
Adapun mengenai hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di
dalam kitab sahihnya, dari Abu Hurairah r.a.. yang menyebutkan bahwa Rasulullah
Saw. telah bersabda:
"إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ
ثَلَاثٍ: مِنْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ، أَوْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ مِنْ بَعْدِهِ،
أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ"
Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga
perkara, yaitu anak saleh yang mendoakannya, atau sedekah jariyah sesudah
kepergiannya atau ilmu yang bermanfaat.
Ketiga macam amal ini pada hakikatnya dari hasil jerih payah
yang bersangkutan dan merupakan buah dari kerjanya, sebagaimana yang disebutkan
dalam hadis:
"إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ، وَإِنَّ
وَلَدَهُ مِنْ كَسْبِهِ"
Sesungguhnya sesuatu yang paling baik yang dimakan oleh
seseorang adalah dari hasil upayanya dan sesungguhnya anaknya merupakan hasil
dari upayanya.
Sedekah jariyah, seperti wakaf dan lain sebagainya yang
sejenis, juga merupakan hasil upaya amal dan wakafnya. Allah Swt. telah
berfirman:
{إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُم}
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami
menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka
tinggalkan. (Yasin: 12)
Ilmu yang dia sebarkan di kalangan manusia, lalu diikuti
oleh mereka sepeninggalnya, hal ini pun termasuk dari jerih payah dan amalnya.
Di dalam kitab sahih disebutkan:
"مَنْ دَعَا إِلَى هَدْيٍ كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ
أُجُورِ مَنِ اتَّبَعَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا".
Barang siapa yang menyeru kepada jalan petunjuk, maka
baginya pahala yang semisal dengan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa
mengurangi-pahala mereka barang sedikit pun.
2. Cross check Dalil Nash Al Qur'an sebagai Doa/ Dzikir.
Al Qur'an bimakna Dzikir dan Doa, karena itu Allah memerintahkan untuk membacanya dalam dalam membangun hubungan kedekatan dengan Nya.
الا بذكر الله تطمئن القلوب
Karena
Allah menjawab setiap Doa sebagaiman firman-nya
ادعونى استجب لكم
Dimensi setiap doa didengar dan terjawab oleh Allah sebagaimana ucapan Doa yg di hadiahkan kepada si mayyit melalui bacaan Al Qur'an.
Al Qur'an bimakna Dzikir dan Doa, karena itu Allah memerintahkan untuk membacanya dalam dalam membangun hubungan kedekatan dengan Nya.
الا بذكر الله تطمئن القلوب
Karena
Allah menjawab setiap Doa sebagaiman firman-nya
ادعونى استجب لكم
Dimensi setiap doa didengar dan terjawab oleh Allah sebagaimana ucapan Doa yg di hadiahkan kepada si mayyit melalui bacaan Al Qur'an.
Comments