Sahabat sekalian, kali ini mereview diri dengan :
NASIHATILAH DIRI SENDIRI, sebagaimana Kanda TGH.Fahrurrozi mengutip ungkapan Syaikh Abdul Qodir Jaelani sebagai berikut :
(يا غلام) عظ نفسك أولا ثم عظ نفسك غيرك عليك بخويصة نفسك لا تتعد الى غيرك وقد بقي عندك بقية تحتاج إلى اصلاحها ويحك انت تعرف كيف تصلح غيرك انت أعمى كيف تقود غيرك ؟ انما يقود الناس البصير إنما يخلصهم من البحر السابح المحمود. انما يرد الناس الى الله عز وجل من عرفه وأما من جهله كيف يدل عليه؟ لا كلام لك فى تصرف الله عز وجل وتحبه وتعمله له لا لغيره وتخاف منه لا من غيره هذا بالقلب يكون لا بقلقلة اللسان هذا فى الخلوة يكون لا فى الجلوة اذا كان التوحيد بباب الدار والشرك داخل الدار فهو النفاق بعينه ويحك أنت! لسانك يتقي وقلبك يفجر ولسانك يشكر وقلبك يعترض! قال الله تعالى يا ابن آدم خيري اليك نازل وشرك الي صاعد.
Nasihat Syaikh Abdul Qadir:
Duhai Anakku!
Nasihati dirimu sendiri dulu baru engkau menasihati orang lain!
Hendaklah engkau introspeksi diri tak perlu engkau perhitungankan orang lain. Sungguh ada Potensi yang kuat pada diri anda yang memerlukan perbaikan di sana sini.
CELAKALAH ENGKAU DUHAI ANAKKU!
engkau mengetahui cara memperbaiki orang lain, sementara engkau buta hati buta rasa lantas bagaimana engkau bisa memperbaiki orang lain?
Anakku!
Sesungguhnya yang bisa membimbing orang lain itu adalah Mata Bathinnya Ketenagan hatinya (al-bashir)
Sesungguhnya Mata Bathin itu lah yang mensucikan mereka dari lautan anugerah luas nan terpuji.
Anakku!
Yang bisa menghantarkan kita kepada Allah swt hanyalah orang yang mengenal Allah swt. Adapun orang-orang yang tak mengenal Allah swt bagaimana mau membimbing orang lain.
Anakku!
Tak perlu banyak bicara terhadap persoalan ketatapan Allah swt kepadamu.Engkau cintai Engkau Laksanakan untuk Allah karenanya bukan untuk sanjungan manusia.
Engkau takut kepada Allah swt bukan takut kepada pejabat atasan Anda!
INI SEMUA DENGAN HATI ANAKKU BUKAN DENGAN CELOTEHAN LISAN.!
Ini bisa saat anda berdialog sunyi dengan Allah swt bukan saat engkau rame-rame bersama.
Jika Anakku berada Tauhid itu berada di pintu rumahmu? Sementara syirik juga masuk juga di rumahmu anakku! ITULAH NIFAQ -MUNAFIQ YANG SESUNGGUHNYA.
Celakalah Anakku!:
Lidahmu Bertaqwa tapi Hatimu Berdosa!
Lidahmu Bersyukur sementara Hatimu Berpaling membangkang!
Anakku!
Allah menegur kita: Duhai Anak Adam Kebaikanku terus turun tercurah kepada mu- Sementara Dosamu terus menjulang naik kepadaKu.
(Nasihat berharga untuk semua kita-Duhai Allah semoga hati kita tetap bisa bersyukur kepada Allah swt) Al-Faqier mengutip ini untuk nasihat diri sendiri-
Sumber :
(Fahrurrozi Dahlan Asnawi-Abu el-roziqiena-Jumat barokah 27/12/2019)
NASIHATILAH DIRI SENDIRI, sebagaimana Kanda TGH.Fahrurrozi mengutip ungkapan Syaikh Abdul Qodir Jaelani sebagai berikut :
(يا غلام) عظ نفسك أولا ثم عظ نفسك غيرك عليك بخويصة نفسك لا تتعد الى غيرك وقد بقي عندك بقية تحتاج إلى اصلاحها ويحك انت تعرف كيف تصلح غيرك انت أعمى كيف تقود غيرك ؟ انما يقود الناس البصير إنما يخلصهم من البحر السابح المحمود. انما يرد الناس الى الله عز وجل من عرفه وأما من جهله كيف يدل عليه؟ لا كلام لك فى تصرف الله عز وجل وتحبه وتعمله له لا لغيره وتخاف منه لا من غيره هذا بالقلب يكون لا بقلقلة اللسان هذا فى الخلوة يكون لا فى الجلوة اذا كان التوحيد بباب الدار والشرك داخل الدار فهو النفاق بعينه ويحك أنت! لسانك يتقي وقلبك يفجر ولسانك يشكر وقلبك يعترض! قال الله تعالى يا ابن آدم خيري اليك نازل وشرك الي صاعد.
Nasihat Syaikh Abdul Qadir:
Duhai Anakku!
Nasihati dirimu sendiri dulu baru engkau menasihati orang lain!
Hendaklah engkau introspeksi diri tak perlu engkau perhitungankan orang lain. Sungguh ada Potensi yang kuat pada diri anda yang memerlukan perbaikan di sana sini.
CELAKALAH ENGKAU DUHAI ANAKKU!
engkau mengetahui cara memperbaiki orang lain, sementara engkau buta hati buta rasa lantas bagaimana engkau bisa memperbaiki orang lain?
Anakku!
Sesungguhnya yang bisa membimbing orang lain itu adalah Mata Bathinnya Ketenagan hatinya (al-bashir)
Sesungguhnya Mata Bathin itu lah yang mensucikan mereka dari lautan anugerah luas nan terpuji.
Anakku!
Yang bisa menghantarkan kita kepada Allah swt hanyalah orang yang mengenal Allah swt. Adapun orang-orang yang tak mengenal Allah swt bagaimana mau membimbing orang lain.
Anakku!
Tak perlu banyak bicara terhadap persoalan ketatapan Allah swt kepadamu.Engkau cintai Engkau Laksanakan untuk Allah karenanya bukan untuk sanjungan manusia.
Engkau takut kepada Allah swt bukan takut kepada pejabat atasan Anda!
INI SEMUA DENGAN HATI ANAKKU BUKAN DENGAN CELOTEHAN LISAN.!
Ini bisa saat anda berdialog sunyi dengan Allah swt bukan saat engkau rame-rame bersama.
Jika Anakku berada Tauhid itu berada di pintu rumahmu? Sementara syirik juga masuk juga di rumahmu anakku! ITULAH NIFAQ -MUNAFIQ YANG SESUNGGUHNYA.
Celakalah Anakku!:
Lidahmu Bertaqwa tapi Hatimu Berdosa!
Lidahmu Bersyukur sementara Hatimu Berpaling membangkang!
Anakku!
Allah menegur kita: Duhai Anak Adam Kebaikanku terus turun tercurah kepada mu- Sementara Dosamu terus menjulang naik kepadaKu.
(Nasihat berharga untuk semua kita-Duhai Allah semoga hati kita tetap bisa bersyukur kepada Allah swt) Al-Faqier mengutip ini untuk nasihat diri sendiri-
Sumber :
(Fahrurrozi Dahlan Asnawi-Abu el-roziqiena-Jumat barokah 27/12/2019)
Comments