Skip to main content

Refleksi dan Kualitas Diri

Ahibba' Rohimakumullah,

facebook.com

Kali ini guru kita, Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi Dahlan, M.A. bernasehat kepada kita yang mensyarah nilai agama secara konekstual, beliau mengungkapkan motivasi :

Tak mengapa sekiranya mentamtsilkan (menganalogikan) kualitas pribadi manusia itu seperti Benda, (tentu dalam segala dimensinya pepatah lagi di saat musibah corona melandanya), maka saya boleh berucap:
Kualitas kita di tengah kehidupan Individual dan sosial,  berada dalam tiga tingkatan kualitas:
Pertama: KUALITAS EMAS-INTAN-MUTIARA
Emas tetaplah emas meski berlumur lumpur. Intan tetaplah intan berlian yang indah dipandang mata meski di bilik redupnya cahaya. Mutiara tetaplah mutiara meski terendam di dasar laut sekalipun.
Inilah gambaran pribadi yang kuat,  tangguh, pribadi yang baik yang tak akan pernah goyah oleh hempasan dahsyatnya zaman. Sebesar apapun cobaan dan musibah yang dia terima tak kan pernah surut dan lemah dalam menghadapinya.  Inilah kualitas pribadi yang paling ideal.
Kedua:  KUALITAS KAYU
Kursi kayu atau sejenisnya akan tetap kuat dan indah jika diletakkan di tempat dan ruang yang terlindungi dari panas dan hujan.  Jika kursi kayu itu terus kena panas dan hujan lama kelamaan akan rusak dan lapuk. Tapi ingat! Masih bisa dipindahkan dan bisa diperbaiki dan dicat kembali jika cat nya rusak. Yang rusak bisa jadi hanya luarannya saja tapi kayu jatinya masih kuat dan kokoh.
Itulah gambaran kualitas pribadi manusia yang kuat tangguh di tempat yang nyaman,  aman,  namun kadang tak kuat jika berada di kondisi zaman yang tak menyenangkan dan tak menenangkan. Pribadi ini masih bisa diperbaiki karena imun dalamnya masih kuat menerima kebaikan dan perbaikan diri.
Ketiga: KUALITAS KERTAS
Kertas Bagus jika diletakkan di tempat yang bagus,  kertas menjadi penghias dinding dalam dawet kertas terukir tulisan kaligrafi. Kertas apalagi sekelas kertas tissue yang lembut yang sangat rentan dengan air. Kertas tissue berubah drastis menjadi leburan-leburan kertas tak bermakna yang tak satupun yang memanfaatkannya.
Inilah gambaran pribadi yang lemah mental lemah spritualnya yang cepat luntur oleh asesoris dan trend zaman.  Pribadi yang lumpuh mengeluh dalam terpaan dinamika zaman.
Sehingga pribadi seperti ini memerlukan Laminating Sosial yang kuat,  Laminating kesalehan,  laminating pengajian,  laminating konseling keagamaan,  laminating pergaulan soleh sosial sehingga tissuee tetap menjadi berkualitas di saat manusia selalu membutuhkannya.
nwonline.or.id : Prof.Dr.TGH.Fahrurrozi Dahlan, Q.H., M.A 


Maka berusahalah menjadi kualitas yang paripurna seperti kualitas:
Emas-Intan Berlian Mutiara
Yang tak pernah goyah dihempas masa.
Tak pernah menyerah ditimpa petaka.
Tak pernah pesimis dicoba dinamika.
Tak pernah panik dilanda corona
Tak pernah lupa pada yang Kuasa.
Itulah kualitas Emas-intan-mutiara
Bak Kualitas Iman, Islam, Ihsana.
(oji' dahlan/16/04/2020-)1

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. http://facebook.com/fahrurrozi abu raziqi


Comments

Popular posts from this blog

Manaqib Al-Marhum Guru Anan Sang Perintis Sistem Pengajian Tradisional Lendang Nangka

Sumber : Fhoto Dokumentasi Majelis  2015 1. RIWAYAT DAN SILSILAH KELUARGA USTADZ ABDUL HANNAN (GURU ANAN)           Tokoh sederhana yang tidak mau disebut sebagai Tokoh seperti ungkapan tawadlu’ beliau sering mengungkapkan : “ Tiyang mniki  Goro bukan Guru yang Istimewa  (( Dalam Bahasa Sasak :  tiyang niki goro nententen guru atau kiyai sak berilmu ) ) “ sehingga sebagian masyarakat Lendang Nangka yang memberi sebutan “ Guru Tawadlu' nan Bagus (Guru Annan Bagus)”

Refleksi Pemikiran cerdas Prof.Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA untuk NTB

Bismillahirrohmaanirrohiim, Ikhwanufillah…. Intergrasi berzikir, fikir dan ikhtiar dalam bentuk karya merupakan refleksi bangkit dan terlahirnya 61 Provinsi NTB. Hal inilah kanda Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi, MA dalam tulisannya di akun FBnya dengan diksi-diksi yang menarik dengan literasi mendalam beliau menukilkan dalam judul aslinya… BANGGA MENJADI WARGA NTB: “Jika” NTB BERZIKIR, NTB BERPIKIR, NTB MENGUKIR: REFLEKSI 61 TAHUN NTB LAHIR sumber gambar :  https://www.google.com/search?q=Gambar+Peta+NTB&newwindow=1&safe=strict&rlz=1C1CHBF_enID840ID840&sxsrf=ACYBGNRE8lH68GlxSMtTSgjf_ O5JV5jIOA:1576601741530&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=di97UKuqlocxUM%253A%252ChTyXExZWSt5PpM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kQWLMOKYDJ6av-qM1bq77XVSYxo5Q&sa=X&ved=2ahUKEwji-oWWk73mAhVEX30KHRuxDrUQ9QEwCXoECAoQFg#imgrc=di97UKuqlocxUM: dalam tulisannya beliau melanjutkan  ……            ...

NASIHAT ALLAH DAN RASULULLAH: AL-QONAAH: MENGGAPAI KEHIDUPAN YANG BAHAGIA DAN MENENTERAMKAN.

ALLAH SWT BERFIRMAN: قال الله تعالى من عمل صالحا من ذكر وانثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة (سورة النحل : ٩٧) وقال كثير من المفسرين : الحياة الطيبة فى الدنيا هي القناعة. عن جابر بن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : القناعة كنز لا يفنى وعن ابى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كن ورعا تكن اعبد الناس وكن قانعا تكن اشكر الناس واحبب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمنا واحسن مجاورة من جاورك تكن مسلما واقلل الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب (رواه البيهقي) Maknanya: Allah swt berfirman: sesiapa saja yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan sembari penuh keimanan kepada Allah swt. Maka Kami pasti memberikan kehidupan yang baik.  Kebanyakan para penafsir menafsirkan ayat ini: Kehidupan yang baik di dunia adalahAl-Qonaah: merasa tercukupkan. Dari Sahabat Jabir bin Abdullah  ra berkata telah bersabda Rasulullah saw. Al-Qonaah:sikap berterima terhadap nikmat Allah adalah perbendaharaan/simpanan yang tak kan pernah sirna. Dari Sahabat Ab...