Skip to main content

TAK ADA YANG BERARTI JIKA TIDAK DIBARENGI: Nasihat Rasulullah Saw kepada Sayyidina Ali.

Ahibba' Rohimakumullah,

Nasehat salah satu Syaikhuna kita Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, Q.H., M.A kali ini mengutip dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallama :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم للإمام على كرم الله وجهه :
يا على لا دين لمن لا خشية له
ولا عقل لمن لا عصمة له
ولا إيمان لمن لا ورع له
ولا عبادة لمن لا علم له
ولا مروؤة لمن لا صدقة له
ولا أمان لمن لا سر له
ولا توبة لمن لا توفيق له
ولا سخاء لمن لا حياء له

Duhai Ali tak sempurna beragamamu jika tak punya rasa takut kepada Allah Subhaanahu Wata'ala
Tak Sempurna Akal pikiranmu jika tak ada filternya.
Tak sempurna keimananmu jika tak memiliki sikap Wara'.
Tak sempurna ibadahmu jika tak dibarengi dengan ilmu pengetahuan.
Tak berarti apa-apa harga dirimu jika tak pernah berkata jujur/atau tak pernah bersadaqah.
Tak akan berarti amanah itu jika tak diimbangi dengan menjaga kerahasiaan.
Tak sempurna taubahmu jika tidak diimbangi dengan bimbingan Allah swt.
Dan tak ada maknanya kedermawanan itu tanpa ada rasa malu pada dirinya. [1]



Ahibba' Rohimakumullah,

Nasehat Rasulullah Saw, Sungguh sangat bermakna jika terelevansi kedalam kehidupan dengan segala kondisi.

Kondisi melahirkan konsekuensi hukum, jawaban maupun solusi terbaik bagi kita selaku mahluk Allah Swt.

Kondisi ini, atau sebut saja secara jelas merabaknya "Pandemi Covid_19" . Situasi ini mengintervensi banyak aspek diantaranya: Pelaksanaan ajaran beragama, Ekonomi, sosial, budaya tentunya juga Aspek kesehatan dan keselamatan ummat.

Karena aspek keselamatan bersama yang perlu langkah dan solusi strategis untuk mencegah penyebarannya.

Alternatif Solusi selain Langkah Medis

Solusi yang di butuhkan dalam kondisi sekarang ini sebagaimana inti caption Nasehat Rasulullah Saw kepada sahabat sayyidina Ali Karramallahu Wajhah yang di kutip guru  kami Prof.Dr.Tgh. Fahrurrozi, Q.H., M.A. selasa, 08/04/2020 dalam akun FBnya adalah kembali ke Penataan interaksi Special dengan Allah Swt.

Interaksi yang dimaksud dalam hal ini adalah:

  • Menyempurnakan Agama Allah dengan adanya rasa Khauf/ takut;
  • Menyempurnakan akal fikiran dengan    filter/ penyaring stabilitas / ukuran/ etikabermazhab dan seterusnya.
  • Menyempurnakan Iman dengan sikap Wara' (mengurangi kecintaan terhadapdunia, thuulal 'amal/ pantang angan- angan) danseterusnya;
  • Menyempurnakan ibadah dengan Ilmu    pengetahuan artinya beribadah    berdasarkan etika fiqh ibadah yang    terintegrasi dalam multi-interaksi Sosio-    kesehatan, Sosio-Ibadah, sosio-kondisi    dan Sosio-budaya yang bermuara pada :


   لا  ضرر ولا ضرار

   " Tidak mudharat (celaka, terkena virus)  dan tidak memudharatkan (meyebarkan virus penyakit)"

Sosio-Ibadah-Health

hal ini juga relevan dengan konteks bahwa memang :

الاءسلام صالح لزمان ومكان

 "(Agama) Islam Relevan (baik) setiap Zaman ( kondisi aman/ bala') dan tempat.

Dalam hal ini, menjalankan ibadah dengan berpengetahuan lebih nikmat dan mudah, serta melahirkan ketenangan dan kebahagiaan. Ketenangan dan kebahagiaan dapat melahirkan kesehatan imunitas ketahanan dari dalam tubuh mahluk Allah swt.

Karena Islam mengajarkan bersuci, pola hidup besih seperti mandi wajib, Wudlu yang termauk di dalamnya mencuci tangan, mulut, hidung, muka, kepala dan seterusnya.

Sosio-Ibadah dan Culture

Mayoritas Islam di Indonesia, NTB, Lombok sampai ke wilayah yang lebih kecil yaitu Desa menganut faham ahlussunnah Waljama'ah yang bermazhab Imam syafi'ie radhiyallahu 'anhu.

Etika bermazhab, berguru menurut ahlussunnah waljamaah adalah dengan bertaqlid kepada satu Mazhab. Dengan inilah ukhuwah terjalin yang melahirkan interaksi positif sosio-ibadah dan culture sesama muslim dalam beribadah.

Namun Culture ini akan hancur jika etika bermazhab dilanggar dengan pandangan nafsi nafsi.

Example case pelanggaran taqlid, dalam satu Kota/Desa terdapat Ittifaqul Ulama' setempat bersama perintah sebagai Central Ibadah Jum'at. Namun karena terlarangnya pelaksanaan Sholat Jum'at di Masjid, melahirkan ijtihad baru " yang membolehkan sholat jum'atan di Musholla"  padahal Mazhab Asy syafiiyah tidak membolehkan sholat jum'at dua atau lebih tempat  jum'atan dalam satu Kota/ Desa.

Hal inilah yang menjadi indikator pemecahan ummat karena bertaqlid kemazhab lain yang bersifat sementara. Dalam hal ini, Sholat Jum'at di Musholla bersifat sementara di beberapa tempat, dan bukan Kesapakatan Mayoritas Ulama setempat bersama Pemerintah.

Sudah  jelas bahwa, Sholat Jum'at jika ada mudharat, maka bisa di ganti dengan Sholat Zuhur di rumah, Baca Kitab Irsyaadul 'Ibad.

Selanjutnya:

*Menyempurnakan harga diri dengan   berkata jujur dan bershodaqoh, berinfaq
  dan berbagi;
* Menyempurnakan amanah dengan     menjaga hal yang Rahasia;
* Menyempurnakan Taubat dengan berdoa    dapat bimbingan Allah;
*dan menyempurnakan sikap Dermawan   dengan rasa malu (Pamer/ riya' di hadapa
  manusia.

Dengan sinergi ilmu Fiqh dengan Tazkiyatunnfs/ Tashawuf Solusi Sehat bathiniah yang berimbas ke jasmaniyah yakni menjaga ketahanan dalam tubuh manusia.

والله اعلم باالصواب

==========
[1] http://facebook.com/Abu El-Roziqiena, Dinukil dari kitab Alminah assaniyyah Karya Syaikh Abdul Wahhab al-Sya'rany: h. 12. 

Comments

Popular posts from this blog

Manaqib Al-Marhum Guru Anan Sang Perintis Sistem Pengajian Tradisional Lendang Nangka

Sumber : Fhoto Dokumentasi Majelis  2015 1. RIWAYAT DAN SILSILAH KELUARGA USTADZ ABDUL HANNAN (GURU ANAN)           Tokoh sederhana yang tidak mau disebut sebagai Tokoh seperti ungkapan tawadlu’ beliau sering mengungkapkan : “ Tiyang mniki  Goro bukan Guru yang Istimewa  (( Dalam Bahasa Sasak :  tiyang niki goro nententen guru atau kiyai sak berilmu ) ) “ sehingga sebagian masyarakat Lendang Nangka yang memberi sebutan “ Guru Tawadlu' nan Bagus (Guru Annan Bagus)”

NASIHAT ALLAH DAN RASULULLAH: AL-QONAAH: MENGGAPAI KEHIDUPAN YANG BAHAGIA DAN MENENTERAMKAN.

ALLAH SWT BERFIRMAN: قال الله تعالى من عمل صالحا من ذكر وانثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة (سورة النحل : ٩٧) وقال كثير من المفسرين : الحياة الطيبة فى الدنيا هي القناعة. عن جابر بن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : القناعة كنز لا يفنى وعن ابى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كن ورعا تكن اعبد الناس وكن قانعا تكن اشكر الناس واحبب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمنا واحسن مجاورة من جاورك تكن مسلما واقلل الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب (رواه البيهقي) Maknanya: Allah swt berfirman: sesiapa saja yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan sembari penuh keimanan kepada Allah swt. Maka Kami pasti memberikan kehidupan yang baik.  Kebanyakan para penafsir menafsirkan ayat ini: Kehidupan yang baik di dunia adalahAl-Qonaah: merasa tercukupkan. Dari Sahabat Jabir bin Abdullah  ra berkata telah bersabda Rasulullah saw. Al-Qonaah:sikap berterima terhadap nikmat Allah adalah perbendaharaan/simpanan yang tak kan pernah sirna. Dari Sahabat Ab...

Refleksi Pemikiran cerdas Prof.Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA untuk NTB

Bismillahirrohmaanirrohiim, Ikhwanufillah…. Intergrasi berzikir, fikir dan ikhtiar dalam bentuk karya merupakan refleksi bangkit dan terlahirnya 61 Provinsi NTB. Hal inilah kanda Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi, MA dalam tulisannya di akun FBnya dengan diksi-diksi yang menarik dengan literasi mendalam beliau menukilkan dalam judul aslinya… BANGGA MENJADI WARGA NTB: “Jika” NTB BERZIKIR, NTB BERPIKIR, NTB MENGUKIR: REFLEKSI 61 TAHUN NTB LAHIR sumber gambar :  https://www.google.com/search?q=Gambar+Peta+NTB&newwindow=1&safe=strict&rlz=1C1CHBF_enID840ID840&sxsrf=ACYBGNRE8lH68GlxSMtTSgjf_ O5JV5jIOA:1576601741530&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=di97UKuqlocxUM%253A%252ChTyXExZWSt5PpM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kQWLMOKYDJ6av-qM1bq77XVSYxo5Q&sa=X&ved=2ahUKEwji-oWWk73mAhVEX30KHRuxDrUQ9QEwCXoECAoQFg#imgrc=di97UKuqlocxUM: dalam tulisannya beliau melanjutkan  ……            ...