TADARRUS AL-QURAN: LIMA MASALAH INSANI DISELESAIKAN DENGAN LIMA STRATEGI ILAHI: BELAJAR DARI KASIH SAYANG ALLAH. Tadarrus Ayat 159 surat Àli Imràn.
بسم الله الرحمن الرحيم
فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك فاعف عنهم واستغفرلهم وشاورهم فى الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين (١٥٩)
Ada beberapa kata kunci penting dalam ayat ini:
Pertama: Rahmatin minallah: رحمة من الله
Muara semua kehidupan alam semesta ini adalah Rahmat Allah. Baik rahmat Allah yang terbentang luas, (رحمة مبسوطة) maupun rahmat Allah yang masih tergenggam di tangan Allah (رحمة مقبوضة), ataukan rahmat Allah yang sudah terbagi-bagi pada setiap makhluknya, (رحمة مقسومة) ataukan rahmat Allah yang sudah terjamin ada pada diri hamba-Nya yang tak pernah dia minta sebelumnya (رحمة مضمونة) ataukah rahmat Allah yang langsung dirasakan,dikunyah langsung, diminum langsung,dinikmati sekaligus (نعمة مرزوقة)
Kesemua Rahmat Allah itu bermuara pada:
بسم الله الرحمن الرحيم
Rahman-rahim Allah menjadi tolok ukur kestabilan kehidupan alam semesta.
Percaya tidak percaya, manusia pasti merasakan kehadiran yang Maha Kuasa atas segala-galanya, manakala manusia tak mampu menyelesaikan masalah kehidupannya dengan sain dan teknologi bahkan dengan logikanya sendiri.
Kedua: Linta Lahum:لنت لهم
Layyin bermakna lemah lembut, tutur kata yang sopan, ungkapan kesejukan, sikap kasih sayang, sikap tenggang rasa, perilaku hidup yang harmonis, cara berprilaku yang santun, sikap tulus, cara bergaul yang tidak mengganggu orang lain. Psikologis -Fisikis yang dapat dikendalikan oleh ilmu, iman, amal dan pengalaman hidup.
Ketiga: Fazzhan (فظا)
Fazzan-bermakna, jaafiyaan- Kasar kata-kata, keras fisik, bermain otot, mata melotot, gestur yang tak simpatik. Sikap tak bersahabat, Sikap tak menghargai orang lain. Tutur kata yang tak terkendalikan.
Keempat: Ghalizhal Qolbi (غليظ القلب)
Ghalizhal qalbi bisa bermakna keras hati, congkak, pongah, perasaan amarah, suka emosi, emosional tak terkendalikan, fsikis yang labil, jiwa yang tak terkontrol.
Kelima: Lanfaddhu (لانفضوا)
Lanfaddhu-kabur, lari, tak senang, tak suka, tak simpati, tak peduli, acuh tak acuh, tak menghiraukan, tak menghargai, tak menghormati dan bisa juga menghindar darimu sejauh mungkin.
Untuk menghindari dan mengatasi kelima hal itu Allah memberikan jalan keluar yang istimewa bagi hambanya dengan lima hal juga:
Pertama: فاعف عنهم
AL-AFWU: memaafkan. Maaf adalah sikap kesatria bagi seseorang atas kekhilafan orang lain terhadap dirinya.
Terapi emosional adalah sikap keikhlasan hati untuk memaafkan orang lain. Sikap pemaaf inilah yang menjadi daya pikat yang paling jitu dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial.
Sikap memaafkan kesalahan orang bukan perkara yang mudah, sebab memerlukan kerelaan hati dan ketulusan hati untuk mencoba melupakan peristiwa peristiwa yang telah melukainya pada masa lalunya.
Sebagaimana Nabi Muhammad memberikan contoh akan maafnya terhadap para pembangkang yang belum memperoleh hidayah. Terutama pada waktu perang Uhud.
Al-afwu sikap psikologis seseorang untuk melupakan peristiwa masa lalu yang pahit dengan kerelaan hati untuk melepaskannya.
Kedua: واستغفرلهم
Istighfar memiliki dua sisi, memohon kemaafan dan pengampunan dosa untuk diri orang yang minta ( مستغفر) atau memintakan maaf terhadap orang lain (مستغفر لهم).
Sikap ini lebih tinggi dari sikap pemaaf. Sebab orang pemaaf belum tentu pendoa keselamatan bagi yang penzhalimnya.
Orang yang memaafkan bisa saja hanya memaafkan kesalahannya saja, namun orang yang mustaghfir pasti memaafkan dan sekaligus memohonkan doa untuk keselamatan dan kesucian orang lain.
Maaf itu sikap yang ada hubungannya dengan sesama manusia.
Istighfar itu sikap yang ada hubungannya dengan Allah swt.
Keduanya menyatu dalam keinsafan diri dalam memohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan.
Ketiga: وشاورهم فى الأمر
Musyawarah adalah sikap menghargai pendapat dan pikiran orang lain.
Musyawarah adalah strategi bersama dalam mencari solusi terbaik.
Musyawarah adalah sikap kebersamaan untuk mencari titik temu meski terkadang berbeda.
Musyawarah adalah sikap demokratis untuk mengambil dan menerima pendapat suara terbanyak.
Musyawarah adalah tertutupnya monopoli pendapat sendiri dan pikiran sendiri.
Musyawarah adalah sikap mau menerima saran dan arahan orang lain.
Musyawarah merupakan sistem demokrasi yang paling demokratis dalam menyikapi perbedaan pendapat,menyelesaikan perselisihan di tengah masyarakat. Musyawarah adalah salah satu strategi ilahiyyah yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad saw dalam mengatasi dua urusan penting dalam kehidupan beragama berbangsa dan bermasyarakat yaitu kehidupan duniawi dan kehidupan ukhrawi.
Keempat: فاذا عزمت
Al-Azm: Sikap yang bulat dan kokoh dalam sebuah komitmen dan prinsip.
Al-Azm: Komitmen yang kuat untuk melakukan sesuatu yang telah disepakati
Al-Azm: Sikap kerelaan untuk menjalani semua keputusan dan kebijakan baik kebijakan itu pahit untuk diterima namun karena sudah menjadi ketetapan harus bisa dijalankan.
Al-azm: upaya serius untuk menjadi pelaku kebaikan yang memberi kemamfaatan bagi banyak orang.
Al-Azm adalah sesuatu yang pokok yang tak bisa diwakilkan atau ditunda karena melekat sebagai tugas individual-(al-azmu-al-azimah)
Al-azmu adalah strategi ilahiyyah yang Allah transferkan kepada Nabi muhammad saw untuk dieksekusi oleh Masyarakat.
Kelima: فتوكل على الله
Strategi ilahiyyah terakhir adalah tawakkal kepada Allah.
Tawakkal adalah sikap kepasrahaan setelah usaha maksimal.
Tawakkal adalah sikap ketenangan jiwa atas segala usaha dan perjuangan yang telah dijalankannya.
Tawakkal adalah perpaduan antara kerja logika dengan kerja anggota raqa.
Tawakkal adalah ketundukan hati akan kelemahan raqawi dengan semangat untuk meraih yang terbaik.
Tawakkal adalah obsesi dan optimisme untuk mencapai keberhasilan.
(itulah intisari dari satu ayat ini, sungguh ingin memperpanjang dalam analisa namun khawatir membosankan, maka inilah penjelasan singkat padat dan semoga bermanfaat) Amin. Abu Elroziqiena (tadarrus pagi kamis, 4 Juni 2020- Syawal 1441 H
Comments