Skip to main content

Beda Al-Qur'an dengan Mushaf - Historis Sayyidina Usman Membakar Mushaf

BAGAIMANA KISAH KHALIFAH UTSMAN MEMBAKAR MUSHAF?

Sumber : Facebook.com/saeful anwar

Dahulu, di masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan pernah terjadi perselisihan bacaan. Hudzaifah melaporkan kepada Khalifah Utsman bahwa banyak terjadi perbedaan bacaan Al Quran di tengah masyarakat yang ada di luar Madinah. Bacaan sahabat A tidak sama dengan bacaan sahabat B. Sahabat C tidak sama dengan sahabat D, E tidak sama dengan F, dan seterusnya. Bahkan di antara bacaan itu ada yang sampai jatuh pada kesalahan. 

Perbedaan itu sampai menjadi penyebab mereka saling mengkafirkan. Perbedaan bacaan itu terjadi karena wilayah kekuasaan Islam semakin luas, sedangkan mushaf belum diseragamkan.

Demi menyatukan bacaan Al Quran yang berbeda-beda itu, maka Khalifah Utsman membentuk panitia penulisan ulang Al Qur'an dengan mengikuti kodifikasi Khalifah Utsman bin Affan (Rasm Utsmani). Mushaf yang ada di tangan Hafshah menjadi rujukan utama. 

Ada 4, atau 5,.atau 7 mushaf yang dibuat oleh Khalifah Utsman bin Affan. Satu mushaf dipegang sendiri yang dikenal dengan nama Mushaful Imam. Sisanya dikirim ke berbagai kota penting seperti Mekkah, Kufah, Basrah, dan lainnya.

Khalifah Utsman mengirim mushaf-mushaf itu ke berbagai wilayah sekaligus mengirimkan perintah untuk membakar mushaf-mushaf lain yang ada di tengah masyarakat. 

Ya, betul! Tidak salah baca! 

PERINTAH UNTUK MEMBAKAR MUSHAF-MUSHAF AL QUR'AN

Dokumen mushaf Usmani 


Para sahabat memuji langkah tegas yang diambil oleh Khalifah Utsman bin Affan bahkan menyebutnya sebagai kebaikan terbesar Khalifah Utsman. Mush'ab menceritakan bahwa saat itu ada banyak manusia namun tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat yang mengingkari keputusan Khalifah Utsman. 

Ketika ada orang yang bertanya kepada sayyidina Ali perihal pembakaran mushaf-mushaf yang dilakukan atas perintah Khalifah Utsman. Sayyidina Ali berkata: 

لو لم يصنعه عثمان لصنعته

"Seandainya Utsman tidak melakukannya, maka akulah yang benar-benar akan melakukannya" 

Kejadian yang sangat bersejarah itu dapat menjadi hujjah dan bukti nyata lagi kuat bahwa tulisan dan mushaf Al Qur'an adalah makhluk. Ia bisa salah, bahkan bisa dibakar pula. 

Adapun yang kekal adalah Al Qur'an Kalam Allah yang qadim yang ada pada Dzat Allah. Adapun tulisan dan mushaf, bahkan bahasa Arab hanyalah makhluk yang berisi daal (penunjuk) terhadap Kalam Allah (madluul) yang qadim yang ada pada Dzat Allah. 

BEDA ANTARA AL QUR'AN DAN MUSHAF 

Al Qur'an: 

Kalam Allah 

Sifat Allah 

Tidak akan pernah salah 

Kekal dan tidak akan rusak


Tulisan / Mushaf: 

Makhluk 

Hasil pekerjaan manusia 

Bisa salah 

Bisa rusak 

Indonesia bertauhid. 

Kembali kepada Sunnah.

Kembali pada jalan salaful ummah.

Kembali pada aqidah yang haq.

Saatnya kita padamkan syubhat wahabi yang menyambar-nyambar!!! 

Wallahu a'lam.

Sumber : Laman Saeful Anwar

Comments

Popular posts from this blog

Manaqib Al-Marhum Guru Anan Sang Perintis Sistem Pengajian Tradisional Lendang Nangka

Sumber : Fhoto Dokumentasi Majelis  2015 1. RIWAYAT DAN SILSILAH KELUARGA USTADZ ABDUL HANNAN (GURU ANAN)           Tokoh sederhana yang tidak mau disebut sebagai Tokoh seperti ungkapan tawadlu’ beliau sering mengungkapkan : “ Tiyang mniki  Goro bukan Guru yang Istimewa  (( Dalam Bahasa Sasak :  tiyang niki goro nententen guru atau kiyai sak berilmu ) ) “ sehingga sebagian masyarakat Lendang Nangka yang memberi sebutan “ Guru Tawadlu' nan Bagus (Guru Annan Bagus)”

NASIHAT ALLAH DAN RASULULLAH: AL-QONAAH: MENGGAPAI KEHIDUPAN YANG BAHAGIA DAN MENENTERAMKAN.

ALLAH SWT BERFIRMAN: قال الله تعالى من عمل صالحا من ذكر وانثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة (سورة النحل : ٩٧) وقال كثير من المفسرين : الحياة الطيبة فى الدنيا هي القناعة. عن جابر بن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : القناعة كنز لا يفنى وعن ابى هريرة رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كن ورعا تكن اعبد الناس وكن قانعا تكن اشكر الناس واحبب للناس ما تحب لنفسك تكن مؤمنا واحسن مجاورة من جاورك تكن مسلما واقلل الضحك فإن كثرة الضحك تميت القلب (رواه البيهقي) Maknanya: Allah swt berfirman: sesiapa saja yang beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan sembari penuh keimanan kepada Allah swt. Maka Kami pasti memberikan kehidupan yang baik.  Kebanyakan para penafsir menafsirkan ayat ini: Kehidupan yang baik di dunia adalahAl-Qonaah: merasa tercukupkan. Dari Sahabat Jabir bin Abdullah  ra berkata telah bersabda Rasulullah saw. Al-Qonaah:sikap berterima terhadap nikmat Allah adalah perbendaharaan/simpanan yang tak kan pernah sirna. Dari Sahabat Ab...

Refleksi Pemikiran cerdas Prof.Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, MA untuk NTB

Bismillahirrohmaanirrohiim, Ikhwanufillah…. Intergrasi berzikir, fikir dan ikhtiar dalam bentuk karya merupakan refleksi bangkit dan terlahirnya 61 Provinsi NTB. Hal inilah kanda Prof. Dr.TGH. Fahrurrozi, MA dalam tulisannya di akun FBnya dengan diksi-diksi yang menarik dengan literasi mendalam beliau menukilkan dalam judul aslinya… BANGGA MENJADI WARGA NTB: “Jika” NTB BERZIKIR, NTB BERPIKIR, NTB MENGUKIR: REFLEKSI 61 TAHUN NTB LAHIR sumber gambar :  https://www.google.com/search?q=Gambar+Peta+NTB&newwindow=1&safe=strict&rlz=1C1CHBF_enID840ID840&sxsrf=ACYBGNRE8lH68GlxSMtTSgjf_ O5JV5jIOA:1576601741530&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=di97UKuqlocxUM%253A%252ChTyXExZWSt5PpM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kQWLMOKYDJ6av-qM1bq77XVSYxo5Q&sa=X&ved=2ahUKEwji-oWWk73mAhVEX30KHRuxDrUQ9QEwCXoECAoQFg#imgrc=di97UKuqlocxUM: dalam tulisannya beliau melanjutkan  ……            ...