Ya Ikhwanufillah,
Kita semua selaku Murid anak Ruhani Sang Maha Guru mesti mengingat dan sangat pantas untuk memuliakan derajad tertinggi dalam kapasitas hamba Allah Swt, murid yang kering ruh keilmuaannya karena tidak mengingat akan jasa dan meng Inspirasi dari sang maha guru. Oleh karenanya Alfaqier sangat bahagia menulis dan mengungkapkan tulisan Syaikhina Kanda Prof.Dr.TGH.Fahrurrozi Dahlan, QH., MA.
الى المغفرله مولانا الشيخ محمد زين الدين بن عبد المجيد له الفاتحة....
Dilansir dalam Laman Aburaziqy Senin, 14/10/2022 beliau menulis tentang prestasi Sang Maulana Syaikh tertulis pada Syahadah Madrasah Assaulatiyyah, Ijazah ini sepanjang sejarah Madrasah Asshaulatiyah berdiri, hanya ini Ijazah yang ditulis tangan lansung oleh salah seorang guru besar TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Ijazah ini tidak lazim dalam tradisi Madrasah Asshaulatiyah sepanjang zaman. Biasanya ijazah Shaulatiyah tertulis Si A lulus dalam ujian, menyelesaikan pelajarannya, maka kepadanya diberikan Ijazah Jayyid atau istimewa dan sebagainya. Justru yang dicantumkan lansung gelar yang melekat pada pemilik Ijazah ini :
"AL-AKH AL-FADHIL AL-MAHIR AL-KAMIL AL-SYAIKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID ALANFANANY. "
(Terjemahannya : Saudara yang Mulia, Sang Genius Sempurna, Guru terhormat Zainuddin Abdul Madjid)

Dokumen Syahadah Madrasah As Saulatiyyah Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zaenuddin AM.
Itulah mutiara intelektual Nusantara yang tak tertandingi pada masanya (Ibnu zamaanihi) bahkan sebagian guru besar beliau menyebutnya Sibawaihi Zamaanihi. (Yang tak tertandingi).
Nilai Ijazah ini tidak ada yang tidak bernilai 10 dalam semua Mata Pelajaran bahkan dibubuhi Tanda Bintang dalam setiap nilainya, sampai yang mengherankan mudir Asshaulatiyah saat itu. Maulanassyaikh Salim Rahmatullah Generasi Ketiga dari (Pendiri Madrasah As-shaulatiyah Syaikh Muhammad Rahmatullah ibn Khalil Al-Rahman al-Kiranawy al-Utsmany dan Syaikh Muhammad Sa’iid yang merupakan keponakan kandung dari pendiri Madrasah Asshaulatiyah) mengungkapkan :
“Cukup satu saja murid Madrasah Asshaulatiyah asalkan seperti ZAINUDDIN yang semua jawabannya menggunakan syair termasuk ilmu falak yang sulit sekalipun”.
Hal yang sangat jarang terjadi adalah Ijazah ini ditandatangani oleh 7 atau 8 guru besar Madrasah Asshaulatiyah yang tidak lazim dalam Ijazah manapun.
Tertanda tangan dalam Ijazah syahadah ma’a addarajah assyaraf al-Ulaa (lebih tinggi dari predicate summacumlaude selain mudir asshaulatiyah, yaitu :
1. Maulana Syaikh Salim Rahmatullah.
2. Maulanassyaikh Hasan al-Massyath (
Guru Utama NAHDHATUL WATHAN)
3.Syaikh Umar Hamdan (Imam ahli hadist)
4. Syaikh Abdullah al-Bukhary (mufti stambul)
5. Syaikh Mukhtar Makhdum
6. Syaikh Muhyiddin Shobir
7. Syaikh Daud Arrumany.
Terlihat jaringan keulamaan Maulanassyaikh sangat kuat dengan Ulama-ulama kelas dunia.
Ini penting diketahui oleh Warga Nahdliyyin agar faham bagaimana penghargaan Ulama dunia terhadap pendiri Madrasah NWDI, Madrasah NBDI dan NW. Sehingga kita dapat melanjutkan perjuangan beliau untuk misi yang sama li i’laai kalimatillah wa izzil Islam wal muslimin..
Semoga barokah Ilmu Guru Besar kita tercurah kepada kita semua. Aamiin.
Sumber Tulisan :
[SEKJEND PB NW: PROF. DR. H. FAHRURROZI DAHLAN. QH. SS. MA]
Comments